JEPARA, Kabarjateng.id – Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesiapan menghadapi tantangan global, Polres Jepara, Polda Jawa Tengah, menyelenggarakan pelatihan kemampuan public speaking dalam bahasa Inggris bagi para personelnya.
Kegiatan ini berlangsung di aula Mapolres Jepara pada Kamis (7/8/2025) dan dihadiri oleh sejumlah pejabat utama serta personel kepolisian setempat.
Pelatihan ini dibuka oleh Wakapolres Jepara, Kompol Edy Sutrisno, mewakili Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso. Mengangkat tema “Conversation Between a Police Officer and a Foreigner to Basic English for Public Safety Communication”, pelatihan menghadirkan narasumber Mrs. Angghun Mayyarhory Pangestuty, S.Pd, Gr., yang memberikan materi seputar dasar-dasar percakapan bahasa Inggris, pengenalan kosakata penting, serta praktik komunikasi sederhana yang relevan dengan tugas kepolisian.
Kompol Edy dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program “Polri Belajar” yang diinisiasi untuk memperkuat kemampuan anggota dalam berinteraksi dengan masyarakat internasional, khususnya wisatawan asing.
Hal ini sangat penting mengingat Kabupaten Jepara, termasuk wilayah Karimunjawa, merupakan destinasi wisata yang cukup banyak dikunjungi oleh turis mancanegara.
“Bahasa Inggris saat ini menjadi kebutuhan penting dalam pelaksanaan tugas di lapangan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan asing. Kita tidak cukup hanya memahami, tetapi harus mampu menggunakannya secara aktif dalam komunikasi sehari-hari,” jelas Kompol Edy.
Ia juga menekankan bahwa penguasaan bahasa Inggris harus menjadi prioritas, khususnya bagi personel yang bertugas di area wisata dan pusat kota.
Dengan komunikasi yang baik, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dapat terus meningkat.
Lebih lanjut, Kompol Edy menambahkan bahwa pelatihan ini sejalan dengan Program Beyond Trust Presisi, khususnya dalam hal transformasi pelayanan publik yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk warga negara asing.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh personel mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam tugas sehari-hari, serta siap menghadapi dinamika di lapangan dengan profesional dan berintegritas,” pungkasnya. (her)






