PEMALANG, Kabarjateng.id – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pemalang menggelar audiensi dengan Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, pada Jumat (29/8/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Setda tersebut, PMII menyampaikan 13 poin tuntutan yang mereka nilai sebagai persoalan mendesak dan membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.
Ketua PC PMII Pemalang, M. Ade Sulaiman, menjelaskan bahwa aspirasi tersebut lahir dari hasil advokasi dan dialog langsung dengan masyarakat di berbagai wilayah Pemalang.
“Kami tidak hanya mengkaji di ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan untuk mendengar keluhan masyarakat. Dari situ lahirlah 13 tuntutan yang kami bawa dalam audiensi ini,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).
Salah satu isu utama yang disoroti PMII adalah kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah, termasuk di Desa Jatingarang Kecamatan Bodeh serta kawasan Watukumpul yang terdampak longsor.
Menurut Ade, akses jalan yang baik merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, sehingga perlu segera ditangani agar aktivitas warga tidak terganggu.
Selain itu, PMII juga menggarisbawahi persoalan banjir rob di Ulujami, ketersediaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan, hingga penanganan kemiskinan ekstrem.
Mereka menilai pemerataan layanan kesehatan dan pendidikan juga harus menjadi prioritas, termasuk gagasan menghadirkan perguruan tinggi negeri di Pemalang.
Isu lainnya mencakup ketersediaan air bersih, perhatian pada gizi ibu hamil dan anak, hingga peningkatan kesejahteraan guru serta tenaga honorer.
“Perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat, termasuk aspek kesehatan, pendidikan, dan kebersihan, harus dipandang sebagai investasi untuk masa depan Pemalang menuju Indonesia Emas,” tegas Ade.
Tuntutan lain yang diajukan antara lain perbaikan penerangan jalan umum di Kecamatan Bantarbolang serta pengawasan ketat terhadap kendaraan bermuatan besar yang kerap merusak jalan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PMII yang aktif memberikan masukan.
Ia menegaskan pemerintah daerah membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, untuk menemukan solusi atas persoalan yang ada.
“Kami sangat menghargai aspirasi yang disampaikan PMII. Beberapa persoalan memang masih dalam tahap proses, misalnya proyek perbaikan jalan di Desa Jatingarang yang kini sudah masuk tahap lelang,” jelasnya.
Terkait longsor di Watukumpul, Nurkholes menyebut pihaknya tengah berkoordinasi dengan Perhutani untuk pembebasan lahan, agar bisa dibangun jalur alternatif yang lebih aman.
Ia juga memastikan langkah lanjutan akan diambil, termasuk penanganan material longsoran yang mengganggu lahan pertanian warga.
Di akhir audiensi, baik Pemkab maupun PMII sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama.
Harapannya, seluruh persoalan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara bertahap demi terwujudnya Pemalang yang lebih maju, tertata, dan sejahtera. (di)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.