Menu

Mode Gelap
 

Headline · 28 Des 2024 18:20 WIB

PMI Korwil I Jateng Gelar Latihan Gabungan untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Relawan Bencana


					PMI Korwil I Jateng Gelar Latihan Gabungan untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Relawan Bencana Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Koordinasi Wilayah (Korwil) I Jawa Tengah menggelar Latihan Gabungan (Latgab) yang melibatkan perwakilan relawan dari 11 kabupaten/kota, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan.

Latihan ini berlangsung pada 27-29 Desember 2024, dengan lokasi di Politeknik Bina Transfusi Darah (Polbitrada) Semarang dan Waduk Jatibarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis dan kesiapsiagaan para relawan dalam menghadapi berbagai situasi darurat bencana.

Ketua PMI Kota Semarang sekaligus Koordinator Relawan Korwil I Jawa Tengah, dr. Awal Prasetyo, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan agar relawan mampu memberikan kontribusi optimal dalam situasi darurat.

“Sebagai insan Palang Merah, relawan harus mampu berpikir logis dalam bingkai kemanusiaan, bertindak cepat, dan bersikap tanggap. Tiga aspek utama yang menjadi fokus adalah kesiapan fisik, mental, dan sosial, baik untuk relawan maupun korban,” jelasnya dalam sesi sarasehan relawan di Polbitrada Semarang, Jumat (27/12/2024) malam.

Ia menambahkan, kondisi fisik yang prima, termasuk kecukupan nutrisi, sangat penting selama masa tugas. Selain itu, relawan juga diharapkan dapat menjalin koneksi emosional yang baik dengan korban bencana.

“Latihan rutin diperlukan untuk meningkatkan kesiapan fisik. Kesehatan mental relawan dan korban juga harus dijaga agar keduanya mampu menghadapi situasi sulit,” lanjutnya.

dr. Awal juga menegaskan bahwa menjadi relawan tidak cukup hanya dengan niat baik. Profesionalisme, keterampilan yang relevan, serta stamina yang terjaga menjadi syarat utama.

“Relawan yang sehat dan ramah lebih mudah diterima oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana, SH, MSI, dalam arahannya menyoroti pentingnya respons cepat dalam situasi darurat.

“Jika diperlukan mendirikan dapur umum, jangan tunda hanya karena alasan administratif. Diskresi harus diambil demi memastikan kebutuhan korban terpenuhi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memberikan sumbangan yang tepat guna.

“Hindari menyumbang pakaian bekas yang tidak layak pakai karena sering kali hanya menjadi limbah di lokasi bencana. Lebih baik memberikan pakaian baru sebagai bentuk penghormatan kepada korban,” ujarnya.

Selain kebutuhan sandang, Sarwa menekankan pentingnya penyediaan tempat tinggal yang layak dan fasilitas memadai, terutama di musim hujan.

“Jangan biarkan anak-anak atau korban lainnya kedinginan di tenda. Manfaatkan fasilitas pemerintah yang lebih nyaman,” tambahnya.

PMI Jawa Tengah juga menyiagakan tim Water and Sanitation (Wash) yang bertugas menyediakan fasilitas sanitasi seperti MCK dan air bersih di lokasi pengungsian.

“Kami memiliki pelatih bersertifikat nasional yang siap menangani kebutuhan sanitasi di lokasi bencana,” kata Sarwa.

Ia berharap agar tidak terjadi bencana besar, seperti jebolnya tanggul yang dapat memicu banjir bandang.

“Jika hanya banjir luapan, masyarakat masih dapat bertahan. Namun, bila tanggul jebol, evakuasi besar-besaran harus segera dilakukan,” tutupnya. (di)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Gubernur Luthfi Temui Massa May Day, Serap Aspirasi dan Siapkan Solusi untuk Buruh Jateng

2 Mei 2026 - 15:09 WIB

Saat Soeharto Tak Ingin Menjadi Presiden

2 Mei 2026 - 14:30 WIB

May Day 2026 di Ungaran, Ahmad Luthfi Tegaskan Buruh Jadi Pilar Utama Ekonomi Jateng

2 Mei 2026 - 08:33 WIB

Ahmad Luthfi Gandeng TNI, Jateng Ubah Gunungan Sampah Jadi Energi Alternatif

2 Mei 2026 - 08:03 WIB

Pemprov Jateng Dukung Penuh Raperda Pelayanan Publik

2 Mei 2026 - 07:32 WIB

Pemkab Brebes Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau 2026, Fokus Cegah Kekeringan dan Karhutla

2 Mei 2026 - 01:40 WIB

Trending di Daerah