Menu

Mode Gelap
 

Headline

Pemprov Jateng Pertahankan Opini WTP 14 Kali Berturut-turut dari BPK

badge-check


					Pemprov Jateng Pertahankan Opini WTP 14 Kali Berturut-turut dari BPK Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2024.

Capaian ini menandai keberhasilan Pemprov Jateng dalam mempertahankan predikat WTP selama 14 tahun berturut-turut.

“Ini merupakan capaian ke-14 kali secara konsisten. Hal ini menunjukkan komitmen terhadap akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah,” ujar Anggota BPK RI, Bobby Adhityo Rizaldi, dalam Rapat Paripurna yang digelar di ruang sidang DPRD Jawa Tengah, Jumat, 23 Mei 2025.

Bobby juga menyoroti bahwa Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi tercepat dalam menyerahkan LKPD kepada BPK.

Dari hasil pemeriksaan, laporan keuangan Pemprov dinyatakan telah sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan yang berlaku.

Ia menambahkan bahwa raihan opini WTP seharusnya tidak menjadi tujuan utama. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan seluruh sumber daya yang ada demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengapresiasi hasil pemeriksaan serta masukan yang diberikan oleh BPK.

Ia menyampaikan bahwa Pemprov akan terus berupaya menjaga standar tata kelola keuangan yang baik.

“Kita harus terus menjaga kesehatan organisasi serta memastikan pelaksanaan anggaran dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga menyampaikan laporan umum terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.

Ia menjelaskan bahwa pendapatan daerah tercatat sebesar Rp26,378 triliun, sementara total belanja daerah mencapai Rp27,187 triliun, sehingga terjadi defisit anggaran sebesar Rp808,4 miliar.

Namun demikian, kekurangan anggaran tersebut berhasil ditutup melalui penerimaan pembiayaan sebesar Rp1,406 triliun, yang berasal dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA), pencairan dana cadangan, serta penerimaan kembali dari pinjaman daerah.

Setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp20,70 miliar untuk penyertaan modal pada BUMD, tersisa dana sebesar Rp1,385 triliun.

Dengan mengurangi defisit belanja dari jumlah tersebut, Pemprov Jateng masih menyisakan SiLPA sebesar Rp577,01 miliar. (di)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polsek Adiwerna Gencarkan Edukasi Anti-Bullying, Ratusan Siswa SDN 1 Penarukan Diberi Pemahaman Sejak Dini

25 Juli 2026 - 21:18 WIB

Ahmad Luthfi Dorong IWAPI Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan dan UMKM Naik Kelas

25 Juli 2026 - 20:08 WIB

RSU Siti Asiyah Bumiayu Hadirkan Layanan Dokter Spesialis Gratis Melalui Program SPELING

25 Juli 2026 - 18:54 WIB

671 Mahasiswa Unwahas KKN di Kendal, Fokus Tekan Stunting dan Cegah Penyalahgunaan Narkoba

25 Juli 2026 - 17:31 WIB

Praktik Togel Beroperasi Terang-terangan di Pasar Hewan Sunggingan Boyolali

25 Juli 2026 - 15:43 WIB

Bandara Ahmad Yani Tanam 6.000 Mangrove untuk Perkuat Perlindungan Pesisir Semarang

25 Juli 2026 - 14:21 WIB

Trending di KABAR JATENG