Menu

Mode Gelap
 

Headline · 28 Agu 2025 09:51 WIB

Pemprov Jateng Dorong Program Pesantren Ramah Anak, Targetkan Zero Bullying


					Pemprov Jateng Dorong Program Pesantren Ramah Anak, Targetkan Zero Bullying Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jateng dalam menjalankan program Pondok Pesantren Ramah Anak.

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan United Nations Children’s Fund (Unicef) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa keberadaan program tersebut sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta bebas dari tindak kekerasan.

Ia menekankan bahwa pemerintah menargetkan Jawa Tengah bisa mencapai kondisi zero bullying, baik di sekolah maupun di pesantren.

“Harapannya, kita bisa menekan angka perundungan hingga benar-benar hilang, termasuk di lingkungan pondok pesantren,” ungkapnya saat menghadiri kegiatan Halaqah Pesantren Ramah Anak, Pesantren Aman dan Sehat, di Asrama Haji Transit Komplek Islamic Center, Semarang, Rabu (27/8/2025).

Gus Yasin, sapaan akrab Wakil Gubernur, juga mengapresiasi langkah Kanwil Kemenag Jateng yang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani isu kekerasan di pesantren.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Kemenag akan semakin memperkuat sosialisasi program ini di seluruh pesantren di Jawa Tengah.

Hal tersebut menjadi penting mengingat jumlah pesantren di provinsi ini mencapai 5.364 lembaga dengan lebih dari 520 ribu santri.

Ia juga mendorong pihak pesantren untuk bersikap terbuka apabila terjadi kasus perundungan atau pelanggaran hukum lainnya.

Transparansi, menurutnya, akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pesantren sekaligus memperkuat upaya pencegahan.

Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, menyampaikan bahwa Satgas Pesantren Ramah Anak telah resmi dikukuhkan oleh Wakil Gubernur.

Pihaknya berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota agar pesantren bisa terpantau dengan baik dalam pelaksanaan program ini.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Unicef Wilayah Jawa, Arie Kurnia, menjelaskan bahwa edukasi dan sosialisasi program menyasar para pendidik, santri, hingga orang tua.

Ia memberikan apresiasi atas komitmen Pemprov Jateng dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang ramah anak, serta berharap semakin banyak pesantren yang mendeklarasikan diri sebagai pesantren aman, sehat, dan bebas kekerasan. (di)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Mangkunegaran Run 2026 Libatkan 7.750 Pelari, Pariwisata dan UMKM Jateng Makin Bergeliat

3 Mei 2026 - 20:25 WIB

Polri Jaga Ketat Final Voli Pordus Ngadirojo

3 Mei 2026 - 18:23 WIB

Jallu Law School Perkuat SDM Hukum, Luncurkan 7 Modul Pelatihan Strategis

3 Mei 2026 - 16:34 WIB

Hardiknas 2026 di Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Sekolah Tani Jadi Pilar Ketahanan Pangan

3 Mei 2026 - 11:21 WIB

Kapolres Demak Apresiasi Kondusivitas May Day, Warga Tunjukkan Kedewasaan dalam Menyampaikan Aspirasi

3 Mei 2026 - 09:36 WIB

Kapolres Demak Cup 2026 Jadi Panggung Strategi Pelajar di Dunia E-Sport

3 Mei 2026 - 07:29 WIB

Trending di Daerah