MAGELANG, Kabarjateng.id – Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, memberikan apresiasi tinggi kepada Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Magelang atas keberhasilannya menjalankan program-program inovatif yang mendukung pembangunan daerah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberhasilan dalam mengimplementasikan tiga program unggulan bertajuk Mustika.
Program Mustika terdiri dari Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem), Mustika Segar (Muslimat Cantik Sehat dan Bugar), dan Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan).
Menurut Nawal, ketiganya mencerminkan peran strategis perempuan dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan, dan pelestarian lingkungan.
“Program ini sangat bagus. Kalau bisa diadopsi dan dikembangkan oleh seluruh cabang Muslimat NU di Jawa Tengah, tentu akan semakin menguatkan sinergi antara organisasi perempuan dan pemerintah daerah,” ujar Nawal usai menghadiri kegiatan pengajian umum dan santunan anak yatim di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, Minggu (6/7/2025), dalam rangka peringatan Harlah ke-79 Muslimat NU bertema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban.”
Dalam kesempatan tersebut, Nawal juga menegaskan komitmen Pemprov Jateng untuk terus memperkuat kerja sama dengan Muslimat NU.
Salah satu bentuk nyata sinergi itu adalah pelatihan paralegal, yang mendukung program Kecamatan Berdaya, terutama dalam aspek perlindungan perempuan dan anak.
Tak hanya itu, ia juga mengajak Muslimat NU untuk ikut terlibat aktif dalam pendidikan karakter anak melalui kegiatan parenting dan pengajian.
Hal ini sejalan dengan peran Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) yang menaungi lembaga pendidikan seperti RA (Raudlatul Athfal) dan Kelompok Bermain (KB).
“Ini bagian penting dari investasi sosial. Karakter anak perlu dibentuk sejak dini, dan Muslimat NU punya peran besar di dalamnya,” tutur istri Wakil Gubernur Jateng itu.
Pada kegiatan tersebut, Nawal turut menyerahkan santunan kepada 56 anak yatim dari panti asuhan binaan Muslimat NU Kota Magelang.
Masing-masing anak menerima bantuan uang tunai sebesar Rp200.000, serta perlengkapan sekolah seperti tas dan alat tulis.
Ketua PC Muslimat NU Kota Magelang, Watinah, menyampaikan bahwa organisasinya terus memperkuat pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan ekonomi.
Saat ini, pihaknya tengah mengembangkan usaha home industry berbasis tempe probiotik, yang sudah mulai dipasarkan secara lokal dalam kegiatan-kegiatan keagamaan dan komunitas.
“Kami ingin ibu-ibu Muslimat tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tapi juga mandiri secara ekonomi. Terima kasih kepada Pemprov Jateng atas dukungannya,” ucap Watinah.
Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai bagian dari pembinaan generasi muda yang tangguh dan berakhlak mulia, di tengah arus globalisasi yang semakin menantang. (can)






