SEMARANG, Kabarjateng.id — Program mudik gratis yang digelar PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang kembali digelar pada musim Lebaran 2026 dengan jumlah peserta meningkat signifikan. Sebanyak sekitar 260 pemudik diberangkatkan menuju berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani, mengatakan program ini lahir dari pengalaman pribadi para pegawai yang pernah merasakan sulitnya mudik. Ia menyebut, inisiatif tersebut sebagai bentuk “balas dendam” dalam arti positif untuk membantu masyarakat.
“Tujuan utama kami adalah mengurangi beban masyarakat. Tapi yang paling penting, ini semacam balas pengalaman kami dulu saat mudik yang penuh kerepotan. Sekarang kami ingin mempermudah orang lain,” ujar Aries.
Menurutnya, program ini tidak hanya sekadar memberikan fasilitas perjalanan gratis, tetapi juga memastikan kenyamanan dan keselamatan pemudik selama perjalanan. Armada bus yang digunakan telah dilengkapi pendingin udara (AC), serta didukung layanan pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.
“Pemudik kami cek kesehatannya, mulai dari suhu hingga kondisi dasar seperti kolesterol, agar tetap fit selama perjalanan yang bisa mencapai 5 sampai 12 jam,” jelasnya.
Pada tahun ini, tujuan mudik mencakup 12 kota, terdiri dari lima kota di Jawa Timur serta tujuh kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Salah satu rute terjauh adalah menuju Bangkalan, Madura. Dari total peserta, sekitar 113 orang diberangkatkan dari kantor wilayah, sementara sisanya berasal dari titik keberangkatan lain.
Jumlah peserta tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 100 orang. Kenaikan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program mudik gratis.
Untuk mengikuti program ini, masyarakat tidak dibebani syarat khusus. Calon peserta cukup mendaftar dan mengisi formulir sesuai tujuan mudik yang diinginkan.
“Tidak ada syarat khusus. Yang penting masyarakat ingin mudik dan mendaftar sesuai tujuan yang tersedia,” kata Aries.
Selain fasilitas transportasi gratis, peserta juga mendapatkan berbagai perlengkapan seperti makanan ringan, pakaian, serta suvenir. Bahkan, dalam beberapa kasus, peserta juga memperoleh saldo tabungan emas sebagai bentuk edukasi keuangan.
“Harapan kami, pemudik bisa merasakan perjalanan yang aman dan nyaman bersama keluarga, tanpa kerepotan seperti yang dulu kami alami,” tutur Aries.
Selama perjalanan, setiap rombongan didampingi petugas yang bertugas memantau kondisi pemudik hingga tiba di tujuan. Sistem ini juga terhubung dengan pusat kontrol untuk memastikan seluruh perjalanan berjalan lancar.
Salah satu peserta, Malihatussaadah (20), mengaku antusias mengikuti program ini karena menjadi pengalaman mudik pertamanya. Mahasiswi yang hendak pulang ke Rembang tersebut mengetahui program dari media sosial.
“Saya sangat senang, ini pertama kali mudik gratis. Prosesnya juga mudah, cukup isi formulir,” ujarnya.
Ia menilai program ini tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi peserta, terutama generasi muda.
Senada, Fadilatul Syabaniyah, mahasiswa asal Sumenep, Madura, mengaku terbantu dengan adanya program ini. Sebagai perantau, biaya perjalanan sering menjadi kendala utama saat ingin pulang kampung.
“Sebagai mahasiswa, ini sangat membantu mengurangi biaya pulang. Apalagi rutenya sampai Madura, yang jarang tersedia di program lain,” katanya.
Fadilatul juga mengapresiasi kemudahan persyaratan serta fasilitas yang diberikan selama perjalanan.
Ke depan, pihak penyelenggara berharap program mudik gratis ini dapat terus diperluas, baik dari sisi jumlah peserta maupun jangkauan wilayah tujuan.(whs)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.