Menu

Mode Gelap
 

Headline · 1 Nov 2025 16:30 WIB

Mangga Istana dari Pemalang Menembus Pasar Dunia, Dorong Ekonomi Kreatif Desa


					Mangga Istana dari Pemalang Menembus Pasar Dunia, Dorong Ekonomi Kreatif Desa Perbesar

PEMALANG, Kabarjateng.id – Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, kini makin dikenal luas sebagai sentra penghasil Mangga Istana. Buah unggulan daerah ini tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga telah menembus pasar internasional, seperti Singapura, Kanada, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Sebagai bentuk promosi dan pelestarian potensi lokal, Pemerintah Desa Penggarit rutin menggelar Festival Mangga Pemalang setiap dua tahun sekali.

Tahun ini, kegiatan tersebut kembali digelar di Lapangan Desa Penggarit pada 1 November 2025 dan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

“Festival ini menjadi ajang nasional bahkan internasional. Kegiatan seperti ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus mengenalkan budaya lokal ke dunia luar,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi dalam sambutannya.

Menurutnya, keberadaan Festival Mangga Pemalang tidak hanya berfungsi sebagai media promosi hasil pertanian, tetapi juga membuka ruang inovasi dalam industri turunan berbasis mangga.

Produk Mangga Istana kini tak hanya dijual dalam bentuk buah segar, namun juga dikembangkan menjadi berbagai olahan seperti keripik, tepung, dan produk kuliner lainnya.

“Melalui pengembangan olahan mangga, masyarakat dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi desa. Ini contoh nyata ekonomi kreatif yang tumbuh dari potensi lokal,” jelasnya.

Menariknya, festival ini juga mengangkat nilai budaya yang kuat. Salah satu acara unggulan adalah arak-arakan “pengantin mangga”, yakni Mangga Wirasangka (lambang pria) dan Mangga Arumanis (lambang wanita).

Kedua varietas tersebut merupakan asal mula lahirnya Mangga Istana, hasil persilangan yang kemudian dinamakan demikian karena pernah menjadi buah favorit Presiden RI di Istana Kepresidenan.

“Tradisi ini menjadi bentuk pelestarian budaya lokal yang harus terus dijaga dan diwariskan,” tutur Gubernur Luthfi yang hadir bersama Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.

Gubernur juga berharap penyelenggaraan festival dapat dilakukan setiap tahun agar dampak ekonomi dan pariwisatanya semakin luas.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun berkomitmen mendukung penuh pelaksanaannya ke depan.

Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, menambahkan bahwa Festival Mangga Pemalang tahun ini merupakan edisi ketiga.

Ia menjelaskan, acara tersebut lahir dari keresahan petani atas rendahnya harga jual mangga saat panen raya. Melalui festival, transaksi langsung antara petani dan pembeli meningkat signifikan.

“Pada festival tahun 2022 lalu, nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,5 miliar hanya dalam dua hari. Tahun ini kami optimistis bisa melampaui capaian tersebut agar kesejahteraan petani terus meningkat,” ungkapnya.

Saat ini, Desa Penggarit memiliki sekitar 11.000 pohon mangga, sementara di seluruh Kabupaten Pemalang terdapat kurang lebih 116.000 pohon. Setiap pohon mampu menghasilkan dua kuintal buah.

“Biasanya, buah dipetik dengan tingkat kematangan di atas 80 persen agar rasanya manis. Namun, untuk pasar luar Jawa dan ekspor, ada permintaan pada tingkat kematangan di bawah 80 persen. Ke depan, kami juga akan mengembangkan produk turunan mangga agar nilai jualnya semakin tinggi,” pungkas Imam. (di)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Kirab Budaya Haul KH Sholeh Darat 2026 Hidupkan Wisata Religi dan Sejarah di Semarang

18 April 2026 - 18:45 WIB

Polda Jateng Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Pekalongan, Satu Pelaku Ditangkap

18 April 2026 - 17:37 WIB

Gagal Salip dari Kiri, Pelajar 17 Tahun Asal Boyolali Meninggal dalam Kecelakaan di Tengaran

18 April 2026 - 17:25 WIB

JQHNU Jateng Tetap Bergerak Meski Kongres PBNU Batal

18 April 2026 - 17:03 WIB

Gus Labib Tekankan Peran JQHNU: Bangun Jejaring dan Perkuat Solidaritas Huffazh

18 April 2026 - 16:48 WIB

KPK Gandeng Pemkab Pati Perkuat Sistem, Tekan Celah Korupsi dari Hulu ke Hilir

18 April 2026 - 13:04 WIB

Trending di Daerah