Menu

Mode Gelap
 

Headline · 8 Sep 2025 09:59 WIB

Ketua Ormas di Jepara Diadukan ke Polres Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik


					Ketua Ormas di Jepara Diadukan ke Polres Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Perbesar

JEPARA, Kabarjateng.id – Seorang perempuan bernama Mardiyah, yang akrab disapa Dia Marimar, resmi mengadukan AA, Ketu salah satu Ormas di Jepara, ke Polres Jepara pada Minggu (7/9/2025). Aduan tersebut tercatat dengan nomor Surat Tanda Terima Pengaduan Rekom: Aduan/730/IX/2025/Reskrim, terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik.

AA diketahui berdomisili di Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Sementara Mardiyah, pelapor, merupakan warga Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Dalam pelaporannya, ia didampingi dua orang saksi, yakni Edi Mustain, Ketua PAC salah satu Ormas di Kecamatan Kedung, serta Mustanul Ulum, warga Desa Karangaji, Kecamatan Kedung.

Selain itu, sejumlah anggota ormas dari Kecamatan Mayong dan Srikandi dari ormas tersebut juga terlihat hadir memberikan dukungan.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula pada Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 04.26 WIB. Saat itu, Mardiyah menerima pesan WhatsApp dari nomor yang diduga milik AA.

Dalam pesan tersebut, ia diajak untuk “check in” di hotel dengan iming-iming bayaran Rp500 ribu. Mardiyah mengaku tersinggung dan merasa direndahkan oleh ajakan tersebut.

Salah satu saksi yang turut mendampingi menjelaskan, ia hadir semata-mata sebagai bentuk solidaritas sesama anggota di ormas tersebut.

Menurutnya, isi pesan yang diterima Mardiyah berpotensi merusak nama baik dan mencederai martabatnya.

“Mardiyah merasa dilecehkan, karena isi chat itu mengandung ajakan ke hotel dengan imbalan uang. Ia akhirnya memutuskan untuk membuat laporan agar kejadian serupa tidak dialami anggota Srikandi lainnya,” ungkap saksi tersebut.

Sementara itu, salah satu anggota Provost dari ormas tersebut, Gede, menambahkan bahwa Mardiyah adalah seorang instruktur senam yang telah berkeluarga dan memiliki anak.

Menurutnya, meski pesan baru sekali dikirimkan, dampaknya cukup melukai perasaan korban.

“Apakah ini masuk kategori pelecehan atau tidak, biar penyidik yang menentukan,” ujarnya.

Dari informasi yang diterima awak media, bukti berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp menunjukkan AA mengirim pesan dan melakukan panggilan pada pukul 03.35 WIB serta 05.15 WIB.

Saat dikonfirmasi, AA melalui sambungan telepon WhatsApp pada pukul 13.44 WIB hanya memberikan tanggapan singkat.

“Biarkan saja, mereka itu anggota yang sudah saya berhentikan,” katanya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menindaklanjuti laporan tersebut, sementara dari internal ormas tersebut belum ada pernyataan resmi terkait kasus yang menyeret nama ketua DPC Jepara. (hr)

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Wanita di Tempellemahbang Blora Ditemukan Meninggal, Diduga Akhiri Hidup di Samping Rumah

16 April 2026 - 16:54 WIB

Gayatri Jawa Tengah: Gerakan Perempuan Berbasis Budaya dan Kepedulian Sosial

16 April 2026 - 16:22 WIB

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Pemuda Kajoran, Lima Pelaku Peragakan 19 Adegan

16 April 2026 - 16:00 WIB

Pengadilan Negeri Salatiga Intensifkan Wasmat di Rutan

16 April 2026 - 13:56 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Perkuat Layanan Kesehatan Hewan Keliling untuk Antisipasi Penyakit

16 April 2026 - 13:33 WIB

Apresiasi Ruwatan Silayur, Wali Kota Semarang Tegaskan Upaya Nyata Tetap Jadi Prioritas

16 April 2026 - 13:15 WIB

Trending di KABAR JATENG