BREBES, Kabarjateng.id – Ratusan petani di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini tengah menghadapi krisis air irigasi yang semakin parah.
Pasalnya, Bendungan Notog yang menjadi tumpuan utama pengairan pertanian di wilayah tersebut mengalami kerusakan sejak hampir satu dekade lalu dan hingga saat ini belum ada langkah serius dari pemerintah untuk memperbaikinya.
Bendungan yang berada di perbatasan Desa Kalisumur dan Kalinusu itu memiliki panjang sekitar 80 meter serta terhubung dengan saluran irigasi sepanjang kurang lebih tujuh kilometer.
Namun, sejak kerusakannya, aliran air dari Sungai Kalisumur tidak lagi sampai ke lahan pertanian. Akibatnya, sekitar 300 hektare sawah tidak memperoleh pasokan air yang cukup, terutama saat musim kemarau.
Warga menuturkan kondisi tersebut telah menurunkan hasil panen secara drastis.
Banyak petani yang selama ini mengandalkan pertanian padi kini kesulitan menggarap lahan karena sawah mereka kering kerontang.
“Sejak 2016 bendungan ini tidak bisa difungsikan. Dampaknya, irigasi ke sawah di Kalinusu dan wilayah lain di Kecamatan Bumiayu tidak berjalan normal,” ujar Aang Khunaefi, warga Kalinusu, Minggu (28/9/2025).
Aang menambahkan, petani sudah berulang kali menyampaikan keluhan sekaligus harapan agar perbaikan segera dilakukan.
Menurutnya, keberadaan bendungan tersebut sangat vital bagi kehidupan petani.
“Kalau dibiarkan terus, kerugian tidak hanya dialami petani, tetapi ketahanan pangan lokal juga terancam,” tegasnya.
Bumiayu sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Kabupaten Brebes. Dengan areal sawah ratusan hektare, kawasan ini memberikan kontribusi besar terhadap pasokan beras baik di tingkat daerah maupun regional.
Darno, petani asal Dukuh Petahanan, Desa Kalinusu, juga menyuarakan keresahan serupa. Ia menilai persoalan kerusakan bendungan ini seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah.
“Air dari bendungan ibarat urat nadi sawah kami. Kalau pemerintah benar-benar peduli soal ketahanan pangan, masalah ini seharusnya diprioritaskan,” ucapnya.
Kini, masyarakat Desa Kalinusu mendesak adanya langkah nyata dari pihak terkait untuk melakukan rehabilitasi total Bendungan Notog.
Mereka menegaskan, perbaikan tidak hanya penting untuk keberlangsungan pertanian, melainkan juga untuk menjaga stabilitas ekonomi ribuan warga yang hidupnya bergantung pada hasil sawah. (wan)






