Menu

Mode Gelap
 

Headline · 18 Sep 2025 06:24 WIB

Kawasan Produksi Widuri Pegandon Kendal Jadi Model Program 1.001 Titik Pemberdayaan Masyarakat


					Kawasan Produksi Widuri Pegandon Kendal Jadi Model Program 1.001 Titik Pemberdayaan Masyarakat Perbesar

KENDAL, Kabarjateng.id – Kawasan Produksi Widuri yang berada di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, resmi ditetapkan sebagai lokasi percontohan program Aktivasi 1.001 Titik Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kawasan.

Program ini menitikberatkan pada penguatan ekonomi desa dengan memanfaatkan potensi lokal.

Gagasan tersebut digulirkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat melalui kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pemberdayaan masyarakat, Baznas, lembaga filantropi, pondok pesantren, hingga pihak swasta.

Pelaksanaan di tingkat lapangan mendapat dukungan dari Yayasan Pondok Pesantren Al Muchsin, Perkumpulan Widuri, serta Yayasan Rumah Suluk Arthatantra.

Peresmian kawasan dilakukan pada Rabu (17/9/2025) oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

Melalui program ini, masyarakat diberdayakan secara terpadu, mencakup sektor perkebunan, pertanian, hingga peternakan dengan konsep sirkular.

Produk yang dihasilkan terhubung langsung dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis, dan secara bertahap juga diarahkan masuk ke jaringan ritel agar memiliki rantai pasar yang lebih luas.

Tercatat ada delapan prioritas pengembangan di kawasan ini, antara lain: budidaya melon premium, kebun kelengkeng petik sendiri, penggemukan kambing/domba, ternak ayam petelur skala rumahan, serta pertanian jagung.

Selain itu, terdapat pengelolaan sampah rumah tangga, pembentukan dana abadi komunitas, kios grosir bahan pokok, dan program “satu keluarga satu sarjana”.

Sekda Jateng, Sumarno, menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Pemprov Jawa Tengah yang sedang mengembangkan model ekonomi berbasis kawasan atau aglomerasi wilayah.

“Program ini saling menopang, tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi semacam ini akan memperkuat upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya membangun ekosistem yang sehat agar setiap program bisa berhasil.

Menurutnya, kolaborasi dari hulu hingga hilir adalah kunci terbentuknya produk ekonomi yang berkelanjutan.

“Percontohan ini merupakan hasil pematangan dari berbagai rangkaian kerja pemerintah maupun masyarakat. Harapannya, model ini bisa tumbuh dan berkembang serta direplikasi di daerah lain,” ungkapnya. (ra)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Ribuan Personel Gabungan Kawal Aksi Nelayan di Pati dengan Pendekatan Humanis

4 Mei 2026 - 12:43 WIB

HANJOGED Meriahkan Hari Tari, Penari Tengaran Tampil Memukau di RTH Klero

4 Mei 2026 - 11:35 WIB

Resmi Dilantik, PC JATMA Aswaja Kabupaten Jepara Tancap Gas untuk Kemaslahatan Umat

4 Mei 2026 - 11:15 WIB

Polres Tegal Laksanakan Rotasi Jabatan, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik

4 Mei 2026 - 11:06 WIB

Polda Jateng Sampaikan Informasi Aksi Nelayan di Pati, Warga Diminta Tetap Kondusif

4 Mei 2026 - 10:56 WIB

Mangkunegaran Run 2026 Libatkan 7.750 Pelari, Pariwisata dan UMKM Jateng Makin Bergeliat

3 Mei 2026 - 20:25 WIB

Trending di Daerah