Menu

Mode Gelap
 

Headline

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tegaskan SMA Negeri Tidak Boleh Lakukan Pungutan

badge-check


					Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tegaskan SMA Negeri Tidak Boleh Lakukan Pungutan Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di wilayahnya tidak diperbolehkan menarik pungutan dari orang tua siswa. Ia menekankan bahwa pembiayaan pendidikan sepenuhnya telah menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Tidak ada lagi pungutan di SMA Negeri karena Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sudah tidak berlaku,” ujar Ahmad Luthfi dalam dialog pendidikan di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jateng, pada Senin, 5 Mei 2025.

Ia merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 yang menyebutkan bahwa komite sekolah tidak dibenarkan melakukan pungutan atau memaksa wali murid untuk membiayai kegiatan sekolah. Komite hanya diperbolehkan menerima sumbangan yang bersifat sukarela.

“Sudah jelas dalam Permendikbud 75, sumbangan boleh diberikan secara sukarela oleh orang tua. Tapi komite tidak boleh meminta atau memungut. Kebutuhan sekolah saat ini sudah ditopang dari BOS, BOSDA, dan sumber anggaran lainnya,” jelas Luthfi.

Ia juga mengingatkan agar pihak sekolah, khususnya komite, memberikan pemahaman yang tepat kepada orang tua atau wali murid terkait ketentuan tersebut.

Gubernur menegaskan, bila masih ada laporan mengenai pungutan di SMA Negeri, masyarakat diminta tidak segan melapor agar segera ditindaklanjuti.

“Kalau masih ada sekolah negeri yang menarik biaya, silakan dilaporkan ke kami untuk segera kami evaluasi,” tegas Luthfi yang sebelumnya menjabat Kapolda Jateng.

Dalam dialog tersebut, seorang guru dari SMAN 1 Semarang, Laksono, menyampaikan keluhan mengenai pembiayaan kegiatan sekolah yang belum terjangkau oleh dana BOS, terutama pada program P5 dalam Kurikulum Merdeka.

“Kadang sumbangan sukarela terkendala. Kepala sekolah sering dianggap melakukan pungutan liar. Sementara dana BOS belum mencukupi. Perlu ada upaya menyamakan persepsi antara komite dan orang tua,” ujar Laksono di hadapan Gubernur. (di)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Muh Haris Terpilih Pimpin Mathla’ul Anwar Jateng, Bawa Semangat Baru untuk Organisasi

13 September 2026 - 22:40 WIB

Usai Ribuan Orang Bubarkan Diri, Petugas Langsung Sapu Bersih Kawasan MTQ Semarang

13 September 2026 - 21:46 WIB

Pengurus PWI Surakarta Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Munir Tekankan Tantangan Pers di Era Digital

13 September 2026 - 21:28 WIB

Babinsa dan Forkopimcam Ajak Warga Karanggeneng Peduli Kebersihan dan Kesehatan

13 September 2026 - 19:32 WIB

Bus PO Tunas Muda Terbakar Hebat di Tol Batang-Semarang, 15 Penumpang Dievakuasi

13 September 2026 - 19:09 WIB

Aduan Warga Masuk Lewat 110, Polisi Bongkar Judi Dadu Digital di Pos Kamling Kudus

13 September 2026 - 17:56 WIB

Trending di Daerah