Menu

Mode Gelap
 

Headline · 15 Okt 2025 12:26 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Raih Rekor Dunia MURI Lewat Penanaman 1,9 Juta Mangrove Serentak


					Gubernur Ahmad Luthfi Raih Rekor Dunia MURI Lewat Penanaman 1,9 Juta Mangrove Serentak Perbesar

KENDAL, Kabarjateng.id – Sejarah baru tercipta di Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi memimpin langsung kegiatan Penanaman Mangrove Serentak Mageri Segoro 2025 di Pantai Muara Kencana, Desa Pidodo Kulon, Kabupaten Kendal, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan ini berhasil mencatatkan Rekor Dunia MURI sebagai aksi penanaman mangrove terbanyak yang dilakukan secara serentak dalam satu waktu.

Lebih dari 20 ribu peserta dari berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian dalam gerakan besar ini. Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata semangat gotong royong masyarakat Jawa Tengah dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

“Hari ini seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah turun tangan menanam mangrove. Sejak Juni hingga sekarang, sudah tertanam 1,3 juta batang, dan targetnya hingga akhir tahun mencapai 2 juta batang,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menekankan, gerakan Mageri Segoro bukan hanya seremoni, melainkan aksi konkret untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berperan aktif sejak awal pelaksanaan kegiatan ini.

“Rekor MURI ini bukan untuk saya atau pemerintah provinsi semata, melainkan milik semua pihak yang berpartisipasi,” tegasnya.

Ahmad Luthfi juga mengingatkan pentingnya perawatan bibit pascatanam. Ia meminta bupati dan wali kota di daerah pesisir agar melakukan patroli rutin setiap tiga hari, memastikan bibit tumbuh optimal. Bibit yang mati harus segera diganti agar hasil penanaman tidak sia-sia.

Mageri Segoro sebagai “Pagar” Alam

Gubernur menggambarkan gerakan Mageri Segoro seperti pagar rumah yang melindungi garis pantai.

Program ini merupakan salah satu prioritas pemerintah provinsi dalam penguatan mitigasi bencana dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Ada air yang bisa kita kendalikan, ada yang tidak. Tapi kita bisa mencegah agar garis pantai tidak hilang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Widi Hartanto, menjelaskan bahwa penanaman tahap kedua dilakukan di 264 blok tanam yang tersebar di pesisir utara dan selatan Jawa Tengah.

Dari jumlah tersebut, 222 blok dibiayai pemerintah, sementara sisanya merupakan swadaya masyarakat.

Sejak Maret 2025, tercatat sudah tertanam 668 ribu batang. Dalam kegiatan kali ini, jumlah tersebut bertambah 1.304.410 batang mangrove dan cemara pantai, sehingga total mencapai 1,9 juta batang.

Ia menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan CSR berbagai perusahaan dan BUMD yang ikut memperkuat pelaksanaan program.

Dukungan Daerah dan Pengakuan MURI

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menilai kegiatan ini sangat penting dalam memperkuat perlindungan pantai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan pesisir.

“Setiap bibit yang kita tanam adalah investasi untuk masa depan laut dan masyarakat pesisir yang sejahtera. Mari kita jaga dan lanjutkan budaya Mageri Segoro ini,” ujarnya.

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) turut memberikan penghargaan atas keberhasilan tersebut. Ketua MURI, Jaya Suprana, melalui sambungan daring, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Jawa Tengah mencatatkan aksi lingkungan terbesar di Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam pemulihan ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir,” ucapnya.

Komitmen Menjaga Pesisir

Jawa Tengah memiliki garis pantai sepanjang 971 kilometer, mencakup 17 kabupaten/kota dan 426 desa pesisir.

Luas hutan mangrove mencapai 16.102 hektar, namun terus mengalami tekanan akibat abrasi dan penurunan muka tanah.

Data mencatat, antara 2013–2021, abrasi menggerus sekitar 4.993 hektar lahan pesisir, sementara pada 2017–2020 terjadi penurunan tanah rata-rata 2,4–3,7 cm per tahun.

Melalui gerakan Mageri Segoro, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan komitmennya dalam menjaga pesisir dari ancaman lingkungan.

Program ini kini tidak sekadar aksi penanaman, tetapi juga simbol kolaborasi dan kesadaran kolektif untuk melindungi bumi bagi generasi mendatang. (ra)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

HANJOGED Meriahkan Hari Tari, Penari Tengaran Tampil Memukau di RTH Klero

4 Mei 2026 - 11:35 WIB

Resmi Dilantik, PC JATMA Aswaja Kabupaten Jepara Tancap Gas untuk Kemaslahatan Umat

4 Mei 2026 - 11:15 WIB

Polres Tegal Laksanakan Rotasi Jabatan, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik

4 Mei 2026 - 11:06 WIB

Polda Jateng Sampaikan Informasi Aksi Nelayan di Pati, Warga Diminta Tetap Kondusif

4 Mei 2026 - 10:56 WIB

Mangkunegaran Run 2026 Libatkan 7.750 Pelari, Pariwisata dan UMKM Jateng Makin Bergeliat

3 Mei 2026 - 20:25 WIB

Polri Jaga Ketat Final Voli Pordus Ngadirojo

3 Mei 2026 - 18:23 WIB

Trending di Daerah