Menu

Mode Gelap
 

Headline · 30 Okt 2025 06:05 WIB

DLH Brebes Luncurkan Program “Bestie” untuk Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi


					DLH Brebes Luncurkan Program “Bestie” untuk Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi Perbesar

BREBES, Kabarjateng.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes terus mendorong inovasi dalam menangani persoalan sampah yang kian kompleks. Melalui program terbaru bertajuk “Bestie” (Balai Edukasi Sampah Terintegrasi), DLH memperkenalkan pendekatan baru dalam pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

Program tersebut resmi diperkenalkan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Tingkat Kecamatan dan Sosialisasi Program Bestie yang digelar di Pendopo 2 Bumiayu, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri para kepala desa, anggota BPD, dan pengelola sampah dari tiga kecamatan, yakni Bumiayu, Tonjong, dan Paguyangan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran DLH Brebes, Indriyani, S.Sos., M.M., yang mewakili Kepala DLH, memimpin langsung kegiatan tersebut.

Ia menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam menangani persoalan sampah.

“Selama ini masyarakat masih menganggap urusan sampah adalah tanggung jawab pemerintah. Padahal, setiap individu memiliki peran utama dalam menjaga kebersihan lingkungannya,” tegas Indriyani.

Menurutnya, Brebes kini menghadapi tantangan serius dalam hal pengelolaan sampah.

Tumpukan sampah masih banyak ditemukan di bantaran sungai, lahan kosong, dan saluran air.

Kondisi ini membuat Kabupaten Brebes masuk dalam daftar 243 daerah yang dikenai sanksi administratif oleh Kementerian Lingkungan Hidup karena masih menggunakan sistem pembuangan terbuka (open dumping).

Data DLH menunjukkan, setiap hari Brebes menghasilkan sekitar 1.300 ton sampah, namun hanya sekitar 300 ton yang berhasil diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sisanya tersebar di berbagai titik dan berpotensi mencemari lingkungan.

Untuk mengatasi hal tersebut, DLH menghadirkan program “Bestie” yang berfokus pada edukasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat desa agar mampu mengelola sampah secara mandiri dan produktif.

“Lewat Bestie, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa sampah bukan lagi beban, tetapi sumber daya yang bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujar Indriyani.

Dalam kegiatan yang sama, Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc., Guru Besar Biomolekul dan Ahli Lingkungan dari Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, memaparkan konsep pengelolaan sampah berbasis teknologi energi terbarukan.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan biogas menjadi langkah strategis untuk mengubah sampah menjadi energi ramah lingkungan.

“Kita tidak hanya bicara tentang penanganan limbah, tetapi juga tentang transformasi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ungkap Prof. Pranoto.

UMUS bersama Universitas Airlangga Surabaya turut mengembangkan model EDU-SEMESTA UMUS (ESEM_UMUS), yaitu sistem edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Model ini meliputi dua inovasi utama:

  1. Pengolahan Sampah Organik – “PAS-PROBIOTIK”
    Sampah organik diolah menjadi pakan ternak dan pupuk dengan teknologi probiotik yang ramah lingkungan.
  2. Pengolahan Sampah Anorganik – Konversi Plastik Jadi BBM
    Sampah plastik dikonversi menjadi bahan bakar setara Pertalite, yang dapat memperkuat kemandirian energi desa.

Sebagai proyek percontohan, Desa Dukuhjeruk di Kecamatan Banjarharjo akan menjadi lokasi awal penerapan model ESEM_UMUS.

Indriyani menambahkan, keberhasilan program pengelolaan sampah tidak semata bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat.

“Jika masyarakat mau mengubah cara pandang, sampah bisa menjadi sumber energi baru dan peluang ekonomi. Namun selama pola pikir lama belum berubah, persoalan sampah akan terus berulang,” pungkasnya.

Melalui program “Bestie” dan sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta masyarakat, DLH Brebes optimistis dapat mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan warga. (wb)

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pemkab Brebes Perkuat Kolaborasi dengan Kajari Baru demi Kawal Pembangunan yang Transparan

13 Mei 2026 - 22:08 WIB

Polrestabes Semarang Sigap Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UIN Walisongo

13 Mei 2026 - 07:30 WIB

Bupati Brebes Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim, Perkuat Harapan dan Masa Depan Generasi Muda

12 Mei 2026 - 15:55 WIB

Jawa Tengah Percepat Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana

12 Mei 2026 - 12:30 WIB

Pimpinan Ponpes di Jepara Resmi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Santriwati

12 Mei 2026 - 11:19 WIB

CJIBF 2026 Jadi Pintu Masuk Investasi Hijau, Jateng Siapkan Kawasan Industri Baru

12 Mei 2026 - 08:38 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis