BATANG, Kabarjateng.id – Untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab utama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Babinsa Koramil 06/Tersono, jajaran Kodim 0736/Batang, Serda Suprobo turut serta mendampingi kegiatan fogging yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Tersono dan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Desa Harjowinangun Barat pada Kamis (25/4/2025).
Menurut Serda Suprobo, sebagai aparat kewilayahan dirinya merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap kondisi kesehatan masyarakat binaannya.
Oleh karena itu, ia tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga terjun langsung mendampingi pelaksanaan penyemprotan asap fogging di permukiman warga.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dini terhadap meluasnya kasus DBD di desa. Bersama petugas kesehatan, kami melakukan penyemprotan di sejumlah titik yang rawan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran tim kesehatan dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan juga menjadi momentum penting untuk berbagi pengetahuan dan informasi tentang cara-cara pencegahan DBD yang efektif.
Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada warga terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Dari tim kesehatan, kami mendapatkan banyak masukan yang sangat berguna dalam menunjang pelaksanaan tugas sebagai Babinsa. Sosialisasi ini juga menyadarkan warga agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” lanjutnya.
Serda Suprobo berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit dapat terwujud.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, baik di rumah maupun di tempat kerja.
“Kalau kita semua memiliki kesadaran untuk membersihkan lingkungan secara rutin, maka potensi munculnya penyakit bisa diminimalkan,” tegasnya.
Dengan adanya sinergi antara aparat teritorial dan instansi kesehatan, diharapkan upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. (di)






