Menu

Mode Gelap
 

Headline · 25 Sep 2024 20:23 WIB

Ahmad Luthfi Gelar Rembug Kemajuan Jateng di Ponpes Asshodiqiyah Semarang


					Ahmad Luthfi Gelar Rembug Kemajuan Jateng di Ponpes Asshodiqiyah Semarang Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima banyak masukan saat acara “Rembug Kemajuan Jawa Tengah” yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Asshodiqiyah, Kaligawe, Kota Semarang, pada Rabu (25/9/2024).

Kegiatan Rembug ini merupakan bagian dari kampanye hari pertama, dan digunakan sebagai forum untuk mendengar berbagai persoalan yang akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, termasuk Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, serta sejumlah akademisi dan ulama. Mantan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, juga turut hadir memberikan dukungan.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar, baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

Namun, menurutnya, provinsi ini perlu mengembalikan reputasinya agar tidak tertinggal dibandingkan provinsi lain di sekitarnya.

“Jawa Tengah tidak memerlukan pemimpin yang hebat, tetapi pemimpin yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan bahwa sehebat apa pun seorang pemimpin, tanpa memberikan manfaat nyata, kepemimpinannya akan sia-sia.

Luthfi bertekad untuk membawa Jawa Tengah menjadi lebih maju dan berkelanjutan dalam upaya menuju Indonesia Emas 2045.

Untuk mencapai hal tersebut, ia menekankan pentingnya peningkatan daya saing melalui inovasi di berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, dan penguatan sektor pertanian dan perikanan.

Selain itu, ia juga membahas isu-isu strategis lainnya seperti subsidi pupuk, ketenagakerjaan, dan investasi.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, menyoroti angka kemiskinan di Jawa Tengah yang mencapai 3,7 juta jiwa.

Menurutnya, angka tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak kedua di Indonesia.

Penduduk yang masuk kategori miskin adalah mereka yang pengeluaran bulanannya kurang dari Rp 507 ribu.

Oleh karena itu, Prof. Suharnomo berharap agar gubernur mendatang mampu fokus menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.

Pengasuh Ponpes Asshodiqiyah, KH Shodiq Hamzah Usman, turut memberikan apresiasi terhadap kinerja Ahmad Luthfi.

Sebelum mencalonkan diri sebagai gubernur, Luthfi dinilai telah menunjukkan dedikasinya saat menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah.

“Pak Luthfi sering turun ke lapangan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Itulah yang dibutuhkan dari seorang pemimpin,” ujar KH Shodiq Hamzah. (di)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

1 Komentar

semua sudah ditampilkan
Kabar Terbaru

Tim Itwasum Polri Perkuat Pengawasan Internal di Polda Jateng

28 April 2026 - 22:38 WIB

Jateng Perkuat Candi Borobudur dan Prambanan sebagai Pusat Wisata Religi Dunia

28 April 2026 - 22:27 WIB

Jelang May Day 2026, Ahmad Luthfi Dorong Buruh Rayakan Secara Positif demi Jaga Investasi

28 April 2026 - 21:59 WIB

31 Buruh Boyolali Siap Berangkat ke Jakarta untuk May Day 2026, Polisi Siagakan Pengamanan

28 April 2026 - 21:33 WIB

Ironi Togel Putihan Dekat Polsek Subah Bebas Tak Tersentuh, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

28 April 2026 - 21:19 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Kawal Kunjungan Presiden Prabowo ke TPST Banyumas

28 April 2026 - 18:58 WIB

Trending di Daerah