Menu ✖

Mode Gelap
 

Ekonomi & Bisnis

ATM Emas Pegadaian Hadir di Semarang, Cetak Logam Mulia 15 Menit Mulai 1 Gram

badge-check


					ATM Emas Pegadaian Hadir di Semarang, Cetak Logam Mulia 15 Menit Mulai 1 Gram Perbesar

SEMARANG, kabarjateng.id – Layanan pencetakan emas melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Emas mulai dihadirkan di Kantor Pegadaian Cabang Poncol, Kota Semarang, Kamis (15/10/2026). Fasilitas tersebut disediakan untuk mempercepat proses pengambilan emas fisik dari tabungan emas nasabah, yang sebelumnya dapat membutuhkan waktu 15–45 hari.

Peluncuran ATM Emas tersebut dilakukan oleh Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah XI Semarang, M Aries Aviani N. Pengoperasian mesin ini menjadi bagian dari perluasan layanan digital Pegadaian yang memungkinkan nasabah memperoleh emas fisik secara langsung tanpa harus menunggu proses pencetakan dalam jangka waktu lama.

Kehadiran mesin tersebut juga ditujukan untuk memberikan alternatif layanan bagi masyarakat yang ingin memiliki emas batangan dengan pilihan berat mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Seluruh transaksi dilakukan melalui aplikasi Tring!, sedangkan emas fisik yang disediakan menggunakan produk dari Galeri 24.

Kepala Departemen Pengembangan Channel Automasi Bullion PT Pegadaian, Agung Nur Cahyo, menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi Tring! menjadi persyaratan utama dalam pengoperasian ATM Emas. Menurut dia, proses pencetakan yang sebelumnya membutuhkan waktu relatif panjang kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit.

“Kalau dulu harus menunggu waktu 15 sampai 45 hari. Ini bisa cukup 15 menit. Bahkan mungkin kalau sudah biasa, 5 menit juga bisa,” ujar Agung.

ATM Emas Pegadaian Semarang Layani Pencetakan 1–100 Gram

Melalui fasilitas tersebut, emas yang tersimpan dalam tabungan digital dapat dicetak menjadi emas fisik dengan pilihan berat yang tersedia pada mesin. Nasabah dapat memilih ukuran emas sesuai kebutuhan, mulai dari 1 gram hingga maksimal 100 gram.

Proses transaksi dilakukan melalui aplikasi Tring! yang telah terintegrasi dengan sistem ATM Emas. Setelah pilihan berat dan biaya dikonfirmasi, nasabah dapat mengikuti petunjuk pada mesin untuk menyelesaikan pengambilan emas fisik.

Menurut Agung, pengembangan jaringan ATM Emas telah dilakukan sejak Juni 2026. Mesin tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi di Indonesia sebagai bagian dari perluasan akses layanan emas berbasis digital.

“Saat ini kami sudah ada 20 titik di seluruh Indonesia, mulai dari Medan sampai Palembang. Untuk Jawa Tengah dan DIY, saat ini masih satu, tetapi kemungkinan nanti akan kami tambahkan setelah mendapatkan yang baru,” katanya.

Dengan bertambahnya fasilitas di Semarang, akses terhadap layanan pencetakan emas diharapkan semakin mudah dijangkau oleh nasabah, khususnya yang ingin memperoleh emas fisik tanpa menunggu pengiriman atau proses pencetakan dalam waktu berminggu-minggu.

Biaya Cetak Emas di ATM Pegadaian Bisa Dicek Langsung

Selain waktu pelayanan yang lebih singkat, transparansi biaya menjadi salah satu aspek yang disediakan dalam layanan ATM Emas. Informasi mengenai biaya pencetakan ditampilkan pada mesin sebelum transaksi diselesaikan.

Agung menjelaskan, biaya yang dikenakan tidak hanya ditentukan oleh berat emas, tetapi juga mengikuti pilihan gramasi yang akan dicetak. Karena itu, biaya untuk emas 1 gram tidak bisa langsung dihitung dengan mengalikan tarif tersebut untuk setiap tambahan gramasi.

“Untuk biaya-biaya pengambilan, mulai dari 1 gram sampai 100 gram, semuanya sudah tertera di mesin. Nasabah bisa melihat terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi,” jelasnya.

Untuk pencetakan emas dengan berat 1 gram, biaya yang disampaikan dalam sesi penjelasan tersebut sebesar Rp150.000. Sementara itu, biaya pencetakan untuk gramasi yang lebih besar berbeda-beda dan dapat mencapai sekitar Rp2,4 juta untuk pilihan tertentu.

Besaran biaya tersebut perlu diperiksa kembali melalui mesin ketika transaksi dilakukan. Dengan demikian, nasabah dapat mengetahui nominal yang harus dibayarkan sesuai dengan berat emas yang dipilih.

Agung menambahkan, harga emas yang tercantum pada mesin telah diintegrasikan dengan sistem Galeri 24. Informasi harga juga disesuaikan dengan data yang tersedia pada aplikasi Tring!, sehingga nasabah dapat melihat rincian transaksi sebelum mengambil keputusan.

Pegadaian Siapkan Pengembangan Layanan Gadai Berbasis Mesin

Pengembangan ATM Emas tidak hanya diarahkan pada layanan pengambilan emas fisik. Pegadaian juga sedang menjajaki kemungkinan penambahan fungsi yang memungkinkan emas hasil pencetakan dimanfaatkan kembali melalui layanan gadai berbasis mesin.

Agung menyampaikan, inovasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan melibatkan kerja sama dengan sejumlah penyedia layanan. Implementasinya akan dilakukan setelah kesiapan sistem dan mekanisme pelayanan dipenuhi.

“Saat ini Pegadaian juga sedang menyiapkan agar nasabah nantinya bisa melakukan gadai melalui mesin. Kami sedang bekerja sama dengan beberapa penyedia layanan supaya inovasi tersebut bisa secepat mungkin disampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Meski demikian, layanan gadai melalui mesin belum dinyatakan tersedia pada ATM Emas yang diperkenalkan di Cabang Poncol. Untuk saat ini, fungsi utama mesin tersebut adalah memfasilitasi pengambilan emas fisik melalui aplikasi Tring!.

Dengan penambahan fasilitas tersebut, Pegadaian Kanwil XI Semarang berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan emas digital sekaligus memberikan pilihan pencetakan emas fisik yang lebih cepat. Pengembangan berikutnya akan bergantung pada kesiapan teknologi, jaringan mesin, serta kebutuhan nasabah di berbagai wilayah.

Mengapa Pencetakan Emas Dikenakan Biaya Tambahan?

Kepala Departemen Business Support PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Tyas Ari Hidayat, menjelaskan bahwa biaya pencetakan muncul karena terdapat perbedaan antara harga emas dalam bentuk saldo tabungan dan harga emas fisik.

Menurut Tyas, tabungan emas merupakan kepemilikan emas yang tercatat secara digital. Ketika saldo tersebut ingin diwujudkan menjadi emas batangan, terdapat biaya tambahan untuk proses pencetakan dan penyediaan emas fisik.

“Ketika nasabah menabung emas, kalau dibandingkan dengan harga beli fisik memang tetap ada selisih. Harga tabungan emas berbeda dengan harga emas fisik. Ketika dicetak, akan ada tambahan biaya cetak,” kata Tyas.

Dengan penjelasan tersebut, biaya pencetakan menjadi komponen yang perlu diperhitungkan nasabah sebelum mengubah saldo tabungan emas menjadi logam mulia dalam bentuk fisik.

Pegadaian menyediakan informasi biaya di depan agar nasabah dapat mengetahui jumlah yang harus dibayarkan. Rincian tarif berdasarkan gramasi dapat dilihat langsung melalui mesin ATM Emas sebelum transaksi dikonfirmasi.

ATM Emas Pegadaian Catat Lebih dari 1.000 Transaksi

Perluasan layanan ATM Emas dilakukan seiring dengan transaksi yang telah tercatat di sejumlah lokasi di Indonesia. Tyas menyebutkan, berdasarkan data, transaksi melalui ATM Emas secara nasional telah melampaui 1.000 kali.

“Kalau untuk ATM-nya sendiri, per kemarin sudah lebih dari 1.000 transaksi, dengan total emas yang berhasil dikeluarkan dari ATM itu 10,5 kilogram untuk seluruh Indonesia,” ungkap Tyas.

Capaian tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan layanan pencetakan emas melalui mesin otomatis. Dengan sistem tersebut, proses pengambilan emas fisik dapat dilakukan lebih cepat, sementara transaksi tetap harus mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Di sisi lain, pemanfaatan layanan digital juga masih perlu diperluas. Tyas menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi Tring! di kalangan nasabah Pegadaian masih menjadi bagian dari upaya pengembangan layanan berbasis teknologi.

Melalui penempatan ATM Emas di Cabang Poncol, nasabah di Semarang diharapkan memiliki alternatif untuk mengakses emas fisik melalui layanan yang terintegrasi dengan aplikasi digital.

Keaslian Emas Dijamin dengan Segel dan Identitas Produk

Selain proses transaksi, keaslian emas yang dikeluarkan dari ATM menjadi perhatian dalam pengoperasian layanan tersebut. Agung menjelaskan bahwa emas fisik yang disediakan telah melalui proses pemeriksaan sebelum ditempatkan ke dalam mesin.

Produk emas juga dilengkapi segel dan identitas yang dapat diperiksa oleh nasabah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk membantu memastikan kesesuaian produk dengan data yang tercantum pada kemasan.

“Emas yang ada di tangan nasabah dipastikan asli. Ada segelnya juga, dan nomor pada produk bisa dipindai,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, informasi produk dapat diperiksa melalui layanan digital Galeri 24. Kemasan dan identitas produk juga disiapkan agar sesuai dengan standar produk yang disediakan oleh penyedia emas tersebut.

Apabila nasabah ingin memastikan keaslian emas setelah transaksi, pemeriksaan dapat dilakukan melalui layanan penaksiran di outlet Pegadaian. Langkah tersebut menjadi alternatif bagi nasabah yang ingin memperoleh pemeriksaan lebih lanjut terhadap emas fisik yang telah diambil. (Whs)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Setahun Tring! Pegadaian, 7,5 Juta Pengguna Jadi Modal Perluasan Layanan Keuangan Digital 

9 Oktober 2026 - 17:54 WIB

INACRAFT 2026 Jadi Panggung UMKM Jateng Tembus Pasar Global

8 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Wirausaha Muda Jateng Perluas Pasar dan Naik Kelas

8 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Ekonomi Syariah Jateng Jadi Penggerak UMKM hingga Pasar Ekspor

3 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Pegadaian dan UIN Salatiga Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa, Siapkan SDM Hadapi Dunia Kerja

29 September 2026 - 13:33 WIB

Cooking Demo Jadi Cara Bank Mandiri Taspen Dorong Nasabah Tetap Aktif dan Produktif 

25 September 2026 - 13:58 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis