TASIKMALAYA, Kabarjateng.id – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan Sekolah IDEOPOLITOR Nasional pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026.
Kegiatan ini digelar di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya dan Kantor PDM Tasikmalaya, serta diikuti oleh 35 kader IMM yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sekolah IDEOPOLITOR Nasional menjadi wadah pendidikan politik bagi kader IMM di tengah situasi politik nasional yang dinilai kian pragmatis dan minim nilai etika.
Melalui forum ini, peserta diajak memandang politik secara lebih utuh, tidak semata sebagai perebutan kekuasaan, tetapi sebagai ruang perjuangan nilai, etika publik, serta kepentingan masyarakat luas.
Ketua Umum PC IMM Kabupaten Tasikmalaya, Muhamad Miqdar Nurdin, menegaskan pentingnya pemahaman politik yang berlandaskan ideologi dan moral bagi kader IMM.
Ia menilai mahasiswa tidak seharusnya menjauh dari politik, melainkan perlu terlibat secara kritis dan bertanggung jawab.
“IMM harus konsisten menjaga identitasnya sebagai gerakan intelektual dan ideologis. Politik jangan dipersempit hanya pada urusan kekuasaan. Kader IMM perlu hadir membawa nilai dan keberpihakan pada keadilan sosial,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Menurut Miqdar, dinamika politik saat ini menuntut mahasiswa untuk tidak hanya aktif di internal organisasi, tetapi juga mampu terlibat dalam ruang gagasan, diskursus publik, hingga proses perumusan kebijakan.
Oleh sebab itu, penguatan kaderisasi berbasis ideologi menjadi kunci untuk membentuk arah dan sikap gerakan IMM ke depan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi dan pemaparan materi yang mengulas ideologi IMM, etika politik, serta realitas sosial dan politik nasional.
Forum ini juga menjadi ruang dialog antarkader untuk membaca tantangan kebangsaan dari sudut pandang mahasiswa Islam.
Salah satu peserta, Ahmad Satriyo Imaduddin, delegasi PC IMM Sukoharjo, mengungkapkan bahwa Sekolah IDEOPOLITOR memberikan pengalaman kaderisasi yang berbeda.
Ia menilai diskusi yang dibangun tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga mendorong refleksi kritis terhadap peran IMM dalam dinamika politik saat ini.
“Forum ini cukup kritis dan materinya relevan dengan kondisi sekarang. Kami diajak meninjau kembali posisi IMM, bukan hanya sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga sebagai kekuatan moral,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, PC IMM Kabupaten Tasikmalaya berharap para kader memiliki pemahaman politik yang lebih matang, berlandaskan nilai ideologis, serta mampu bersikap etis ketika terlibat dalam dinamika sosial dan politik di tengah masyarakat. (MF)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.