Kabupaten Semarang – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Tengah, Lampri, turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) layanan pertanahan di Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang, Selasa (30/12/2025).
Kegiatan ini difokuskan pada percepatan penyelesaian berkas layanan sekaligus penuntasan tunggakan Pendapatan Diterima di Muka sebagai bagian dari target besar Jawa Tengah menuju zero tunggakan.
Monitoring dan evaluasi dilakukan sebagai upaya konkret Kanwil BPN Jawa Tengah dalam memastikan seluruh satuan kerja memberikan pelayanan pertanahan yang cepat, tertib, dan akuntabel.
Hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 10 Kantor Pertanahan di Jawa Tengah telah berhasil menuntaskan seluruh tunggakan layanan.
Kantor-kantor tersebut meliputi Kantah Kota Magelang, Kota Pekalongan, Kota Salatiga, Kota Tegal, Kabupaten Purworejo, Karanganyar, Kendal, Sragen, Boyolali, dan Sukoharjo.
Dalam kunjungannya ke Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang, Lampri meninjau secara langsung proses pelayanan kepada masyarakat serta mengevaluasi progres penyelesaian berkas yang masih dalam kategori tunggakan.
Ia juga berdialog dengan jajaran pegawai untuk menggali kendala di lapangan sekaligus memberikan arahan agar target zero tunggakan dapat segera tercapai.
Pada kesempatan tersebut, Lampri menegaskan pentingnya komitmen, kedisiplinan, dan kerja kolektif seluruh jajaran BPN dalam memberikan pelayanan publik.
Ia bahkan menyampaikan semboyan yang menjadi penyemangat bagi pegawai, yakni, “Ora mulih ora popo, ora tahun baruan ora pateken, sing penting zero tunggakan.”
Ungkapan tersebut mencerminkan tekad kuat agar kepentingan pelayanan masyarakat ditempatkan di atas segalanya.
Menurut Lampri, keberhasilan mencapai zero tunggakan bukan hanya soal capaian administratif, tetapi juga mencerminkan peningkatan kualitas tata kelola dan kepercayaan publik terhadap layanan pertanahan.
Oleh karena itu, ia berharap Kantor Pertanahan di seluruh Jawa Tengah terus menjaga semangat kerja, meningkatkan koordinasi internal, serta mengedepankan profesionalisme dalam setiap proses pelayanan.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Kanwil BPN Jawa Tengah optimistis target zero tunggakan dapat tercapai secara menyeluruh, sekaligus memperkuat komitmen pelayanan pertanahan yang transparan, efektif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.






