SEMARANG | Kabarjateng.id – Percepatan program kerja dan anggaran di lingkungan Kodam IV/Diponegoro tidak boleh mengorbankan ketertiban administrasi maupun kepedulian terhadap prajurit.
Hal itu ditegaskan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., saat menutup Rapat Evaluasi Program Kerja dan Anggaran Triwulan III TA 2026 di Balai Diponegoro, Semarang, Jumat (2/10/2026).
Menurut Pangdam, pelaksanaan program harus dibarengi pengawasan, kepatuhan terhadap ketentuan serta pengelolaan administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Rapat tersebut menjadi momentum mengevaluasi capaian program sekaligus memetakan berbagai kendala yang masih ditemukan di jajaran Kodam IV/Diponegoro.
Sebelumnya, kegiatan dibuka Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Mohammad Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CRFA.
Dalam evaluasi, Pangdam memberikan perhatian khusus terhadap aspek akuntabilitas.
Seluruh satuan diminta memperkuat tertib administrasi dan tertib Wabku serta mencegah munculnya temuan dalam pengawasan.
Setiap rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI, Itjenad maupun APIP internal Itdam IV/Diponegoro juga diminta segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Pangdam turut mengingatkan prajurit agar menjaga kerahasiaan, nama baik dan kehormatan TNI AD, termasuk saat beraktivitas di media sosial.
Pengawasan dan pembinaan internal, kata dia, harus dilakukan secara konsisten untuk mengantisipasi pelanggaran yang berpotensi merugikan prajurit maupun satuan.
Perhatian Pangdam juga diarahkan kepada para Komandan Satuan agar tidak hanya berfokus pada pencapaian tugas, tetapi memahami kondisi personel yang dipimpinnya.
Komunikasi antara pimpinan dan anggota perlu dibangun secara rutin.
Salah satunya melalui jam komandan, sehingga persoalan yang dihadapi prajurit dapat diketahui lebih awal dan segera dicarikan solusi.
“Dansat harus membumi, dekat dengan prajurit,” tegas Pangdam.
Menurutnya, kepemimpinan tidak cukup diwujudkan melalui jabatan dan kewenangan.
Seorang komandan harus mampu menunjukkan keteladanan, perhatian serta kepedulian terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarganya.
Di sisi lain, Pangdam meminta jajaran Kodam IV/Diponegoro terus membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai komponen masyarakat.
Hubungan yang baik dengan masyarakat dinilai penting untuk mendukung kelancaran tugas sekaligus mencegah potensi gesekan yang dapat berdampak terhadap citra dan kewibawaan TNI.
Dalam rapat evaluasi tersebut juga dibahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan akuntabilitas kinerja dan perbendaharaan, kepatuhan terhadap aturan teknis hingga kesesuaian realisasi anggaran dengan Rencana Penarikan Dana (RPD).
Ketelitian dalam perencanaan belanja pegawai turut menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut.
Menghadapi berbagai persoalan itu, Pangdam meminta setiap Dansat mengambil langkah nyata.
Program harus dilaksanakan secara tepat waktu, tepat sasaran dan berkualitas, namun tetap mengikuti prosedur administrasi yang berlaku.
Pangdam juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam menjalankan tugas bukan semata-mata hasil kemampuan manusia.
“Tidak ada orang yang hebat, yang ada hanyalah orang yang dimudahkan jalannya oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Pangdam.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para pemimpin satuan agar menjalankan amanah dengan rendah hati, memberikan teladan dan tetap dekat dengan anggota.
Rapat Evaluasi Program Kerja dan Anggaran Triwulan III TA 2026 kemudian ditutup secara resmi.
Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar bagi seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro untuk memperbaiki kinerja, mempercepat program dan memastikan penggunaan anggaran mendukung pelaksanaan tugas pokok secara optimal. (lim)






