Menu

Mode Gelap
 

Headline · 4 Apr 2025 06:35 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di Obyek Wisata PAI Tegal Diselesaikan Secara Kekeluargaan


					Kasus Dugaan Pelecehan di Obyek Wisata PAI Tegal Diselesaikan Secara Kekeluargaan Perbesar

TEGAL, Kabarjateng.id – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak perempuan di kawasan wisata Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal pada Selasa, 1 April 2025, berakhir melalui jalur kekeluargaan.

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa insiden tersebut merupakan hasil dari kesalahpahaman dan tidak berlanjut ke proses hukum.

Pelaku berinisial S (27), warga Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, sempat diamankan oleh pengunjung lain sebelum akhirnya diserahkan kepada petugas kepolisian yang berjaga di lokasi.

Namun, setelah dilakukan klarifikasi, keluarga korban memutuskan untuk menyelesaikan persoalan ini tanpa menempuh jalur hukum.

Kasatreskrim Polres Tegal Kota, AKP Eko Setiabudi, SH menjelaskan bahwa peristiwa terjadi saat korban yang masih di bawah umur sedang mencari kerang bersama kakaknya di area apung wisata PAI.

Pelaku, yang juga pengunjung, datang dan ikut membantu mencari kerang.

“Pelaku menanyakan kepada anak tersebut sedang mencari apa, dan dijawab bahwa mereka sedang mencari kerang. Pelaku kemudian ikut mencari dalam posisi tengkurap di atas apung-apung,” ujar AKP Eko, Kamis (3/4/2025).

Namun, saat ombak besar menghantam, apung-apung bergoyang sehingga pelaku hampir terjatuh ke laut.

Dalam situasi tersebut, pelaku tanpa sengaja memegang tangan korban yang kemudian mengenai bagian sensitif tubuh korban.

Gelombang berikutnya kembali menggoyang dan menyebabkan kontak fisik tidak disengaja.

“Kontak fisik terjadi karena kondisi tidak stabil akibat gelombang laut. Pelaku tidak memiliki niat jahat, dan hal ini telah diklarifikasi kepada kedua belah pihak,” jelas Kasatreskrim.

Polisi yang berjaga langsung bertindak cepat mengamankan pelaku dari kerumunan massa.

Setelah proses mediasi, keluarga korban dan pelaku sepakat menyelesaikan kasus ini secara damai. Kesepakatan tersebut juga dituangkan dalam surat pernyataan bersama.

“Antara korban dan pelaku sebelumnya tidak saling mengenal. Mereka sama-sama datang ke tempat wisata untuk berlibur bersama keluarga masing-masing,” tambah AKP Eko.

Dengan adanya kesepakatan ini, pihak kepolisian tidak melanjutkan proses hukum lebih lanjut.

Namun, petugas tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kewaspadaan dan kenyamanan bersama saat berada di tempat wisata. (di)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Tawuran Perang Sarung di Mranggen Berujung Pembacokan, Tiga Remaja Diamankan Polisi

15 Maret 2026 - 20:19 WIB

Korsleting Sepeda Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih dan Dua Motor Hangus

15 Maret 2026 - 19:36 WIB

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Berdatangan di TMII

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dua Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan di Tol Semarang–Solo, Dua Penumpang Luka

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Trending di KABAR JATENG