Menu

Mode Gelap
 

Headline · 27 Agu 2024 06:39 WIB

Pemkot Semarang Gerak Cepat Pulihkan Fasilitas Pasca Demonstrasi Mahasiswa di Balaikota


					Pemkot Semarang Gerak Cepat Pulihkan Fasilitas Pasca Demonstrasi Mahasiswa di Balaikota Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang segera mengambil tindakan pasca kerusuhan yang terjadi akibat demonstrasi mahasiswa di depan Balaikota Semarang pada Senin malam, 26 Agustus 2024.

Langkah cepat dilakukan untuk membersihkan coretan dan memperbaiki berbagai fasilitas yang rusak akibat demonstrasi.

Aksi perbaikan ini melibatkan beragam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Semarang, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Penataan Ruang (Distaru), Bagian Rumah Tangga, Diskominfo, Damkar, Kecamatan Semarang Barat, serta kecamatan di wilayah Semarang Tengah dan Semarang Utara.

Beberapa fasilitas yang mengalami kerusakan di antaranya branding tulisan di area Balaikota, pagar besi yang jebol, pot-pot taman, serta coretan di dinding dan lantai keramik.

Semua ini terjadi sebagai dampak dari aksi protes ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di Semarang pada Senin sore, 26 Agustus 2024.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap pembahasan RUU Pilkada di DPR RI.

Pada awalnya, aksi protes berjalan dengan tertib. Pihak kepolisian bahkan sempat membagikan air minum kepada para demonstran.

Namun, situasi berubah menjadi kacau ketika massa mendekati Balaikota. Ketegangan memuncak saat sejumlah mahasiswa menarik pintu pagar besi dengan tali hingga rusak.

Ketegangan tersebut akhirnya memicu bentrokan dengan aparat keamanan yang berjaga.

Sekitar pukul 16.20 WIB, situasi semakin memanas ketika mahasiswa berusaha menerobos barikade polisi.

Terjadi aksi dorong-mendorong yang berujung pada rusaknya pagar. Situasi semakin tidak terkendali saat beberapa demonstran mulai melempar botol air ke arah petugas.

Dalam upaya menenangkan situasi, polisi mengambil tindakan dengan memukul mundur massa menggunakan pentungan dan mengimbau lewat pengeras suara agar para mahasiswa menghentikan tindakan anarkis serta mengajak mereka berdialog.

“Teman-teman mahasiswa, silakan sampaikan aspirasi kalian dengan tertib. Kami tidak akan bertindak jika kalian tidak memaksa,” kata salah satu petugas melalui pengeras suara.

Situasi mulai mereda ketika Rahmulyo Adi Wibowo, anggota DPRD Semarang dari Fraksi PDIP, tiba di lokasi.

Sebagai mantan aktivis 98, Rahmulyo mendekati para mahasiswa untuk mendengarkan tuntutan mereka.

“Kawan-kawan, saya juga pernah berada di posisi kalian. Mari kita jaga ketertiban dan sampaikan aspirasi dengan damai,” ujarnya dengan nada menenangkan.

Kondisi sempat kembali tegang saat sekelompok pelajar bergabung dalam aksi. Namun, berkat kesiapan aparat, situasi berhasil terkendali tanpa eskalasi menjadi bentrokan yang lebih besar. (day)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

1 Komentar

semua sudah ditampilkan
Kabar Terbaru

Polres Demak Musnahkan 3.832 Botol Miras, Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

12 Maret 2026 - 14:51 WIB

Polres Kendal Salurkan 2,62 Ton Zakat Fitrah kepada Warga dan Yayasan Sosial

12 Maret 2026 - 14:33 WIB

TMMD Salatiga Rampung, Jalan dan Talud Gunung Sari Perkuat Akses Warga

12 Maret 2026 - 12:39 WIB

Wagub Jateng Luncurkan Gerakan Wakaf Sosial, Dorong Perbankan Perkuat Ekonomi Umat

12 Maret 2026 - 12:21 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Gelar Asistensi Penyusunan LKPJ 2025

12 Maret 2026 - 12:05 WIB

Tragedi Tongtek di Kayen Pati Berujung Maut, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

12 Maret 2026 - 11:49 WIB

Trending di Hukum & Kriminal