Menu ✖

Mode Gelap
 

Olahraga

Pulang dari Asian Games Bawa Empat Medali, Atlet Takraw Jateng Bidik Tiga Emas di PON 2028

badge-check


					Pulang dari Asian Games Bawa Empat Medali, Atlet Takraw Jateng Bidik Tiga Emas di PON 2028 Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id – Empat atlet sepak takraw Jawa Tengah kembali dengan kepala tegak setelah ikut mengharumkan nama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mereka membawa pulang empat medali dari ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

Tiga atlet, yakni Yudha Aswinatama, Dini Mitasari dan M Ubaidur Rohman, tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Senin (5/10) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kedatangan mereka disambut jajaran KONI Jawa Tengah, Dispora Jateng, Pengprov PSTI Jateng, serta keluarga atlet.

Yudha Aswinatama asal Kabupaten Demak menjadi salah satu penyumbang medali setelah meraih perak pada nomor quadrant event putra.

Sementara Dini Mitasari dan M Ubaidur Rohman, keduanya asal Kabupaten Jepara, masing-masing ikut mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia.

Dini meraih perunggu bersama tim takraw putri, sedangkan M Ubaidur Rohman menjadi bagian dari tim putra yang memperoleh perunggu pada nomor beregu.

Satu atlet lainnya, Frisca Kharisma asal Kabupaten Banyumas, tidak tiba bersama rombongan di Bandara Ahmad Yani.

Ia memilih menggunakan kereta api untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal.

Frisca turut menyumbangkan medali perunggu melalui nomor quadrant event putri.

Penyambutan di Bandara Ahmad Yani berlangsung penuh keakraban.

Pengalungan bunga menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan para atlet selama memperkuat kontingen Merah Putih di Jepang.

Sekretaris Umum KONI Jateng Budi Santoso mengatakan prestasi tersebut menjadi kebanggaan sekaligus dorongan bagi pembinaan olahraga di Jawa Tengah.

“Prestasi mereka tentu menjadi pemicu KONI Jateng untuk membina atlet yang lebih baik lagi agar ke depannya bisa berprestasi di ajang yang lebih tinggi seperti Olimpiade,” ujar Budi.

Budi hadir mewakili Ketua Umum KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko.

Ia menilai perjuangan para atlet takraw layak mendapatkan apresiasi karena mampu memberikan kontribusi bagi Indonesia di tingkat Asia.

Sementara itu, Kepala Dispora Jateng Aria Chandra Destianto menyebut empat medali dari cabang sepak takraw menjadi catatan membanggakan bagi Jawa Tengah.

“Alhamdulillah atlet takraw Jateng sukses menyumbang medali untuk Indonesia di ajang Asian Games. Ini menjadi kebanggaan kita semua, terutama masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Aria juga mengungkapkan bahwa para atlet tersebut merupakan bagian dari hasil pembinaan olahraga pelajar di Jawa Tengah melalui PPLOP.

“Para atlet takraw itu merupakan hasil didikan dari PPLOP Jawa Tengah. Hari ini mereka membuktikan bahwa mereka adalah yang terbaik,” ujarnya.

Ketua Umum PSTI Jateng Agung Hariyadi menilai raihan medali di Asian Games menjadi bukti bahwa sepak takraw Jawa Tengah mampu menjaga tradisi prestasi di level internasional.

Namun, ia meminta hasil tersebut tidak membuat para atlet cepat berpuas diri. Evaluasi dan peningkatan kualitas latihan harus terus dilakukan.

“Prestasi ini harus kita jaga dan tingkatkan. Mudah-mudahan untuk event ke depan, atlet kita bisa meraih prestasi yang lebih baik seperti medali emas pada ajang internasional,” kata Agung.

Setelah Asian Games, perhatian PSTI Jateng kini mulai diarahkan menuju PON 2028. Target tinggi pun dipasang, yakni tiga medali emas.

“Kita sangat siap sekali menghadapi PON mendatang. Bahkan, kami menargetkan tiga emas. Mudah-mudahan target tersebut terpenuhi sekaligus juga menjaga tradisi emas untuk Jateng,” tegas Agung.

Bagi Yudha Aswinatama, medali perak yang diraihnya menjadi pengalaman istimewa. Asian Games 2026 merupakan penampilan perdananya di ajang tersebut.

“Tentu saja saya sangat bangga. Karena ini kali pertama saya mengikuti Asian Games dan langsung dapat medali,” ungkap Yudha.

Meski berhasil naik podium, Yudha mengaku masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki.

Menurutnya, persaingan di Asian Games memberikan pengalaman berharga untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

“Saya tidak akan berpuas diri. Karena di ajang ini persaingannya sangat sengit. Dari Asian Games ini saya bisa mengambil pelajaran dan pengalaman berharga untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Dini Mitasari juga menyoroti ketatnya persaingan dengan negara-negara yang memiliki kekuatan besar di sepak takraw, terutama Thailand dan Korea Selatan.

Menurut Dini, persiapan Indonesia menuju Asian Games kali ini relatif singkat sehingga menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menghadapi kejuaraan internasional selanjutnya.

“Kita persiapan menghadapi Asian Games ini cuma tiga bulan. Padahal, sebelum-sebelumnya persiapan kita bisa sampai 10 bulan. Tapi alhamdulillah masih bisa meraih medali,” tuturnya.

Dini berharap persiapan yang lebih panjang dapat dilakukan pada kompetisi berikutnya agar tim Indonesia semakin siap menghadapi lawan-lawan tangguh.

Pada Asian Games 2026, Indonesia mengakhiri perjuangannya dengan menempati posisi ke-16 klasemen perolehan medali.

Kontingen Merah Putih mengoleksi 39 medali, terdiri atas lima emas, 11 perak dan 23 perunggu.

Atlet Jawa Tengah turut mengambil peran penting dalam capaian tersebut. Sebanyak 11 medali disumbangkan atlet Jateng dari berbagai cabang olahraga.

Kontribusi tersebut meliputi satu emas dari panahan, satu emas dan satu perunggu dari bulu tangkis, satu perak dari menembak, dua perunggu dari wushu, satu perunggu dari soft tenis, serta satu perak dan tiga perunggu dari sepak takraw.

Capaian di Asian Games 2026 sekaligus menjadi pijakan bagi atlet-atlet Jawa Tengah untuk menatap kompetisi berikutnya dengan target yang lebih tinggi. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Dispendukcapil Kabupaten Semarang Bersihkan 8.000 Data Warga Meninggal, Cegah Salah Sasaran Bansos

6 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Warga Semarang Larut dalam Euforia Nobar

6 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Guru PAUD Jateng Mulai Kuasai Robotik dan Coding, Nawal Yasin Soroti Tiga Kemampuan Penting

6 Oktober 2026 - 08:55 WIB

HP Rp19,4 Juta Raib Saat Foto di Photobox Solo, Pria 46 Tahun Diamankan Polisi

6 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Kapolres Boyolali Beri Kejutan HUT TNI ke-81, Bawa Tumpeng ke Makodim

6 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Siswa SD Meninggal Diduga Korban Perundungan

6 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Trending di Daerah