Menu ✖

Mode Gelap
 

Olahraga

Porprov Jateng XVII Diikuti 7.990 Atlet, Jadi Kawah Bibit Prestasi Menuju PON 2028

badge-check


					Porprov Jateng XVII Diikuti 7.990 Atlet, Jadi Kawah Bibit Prestasi Menuju PON 2028 Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id – Sebanyak 7.990 atlet akan memperebutkan prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Ajang olahraga terbesar tingkat provinsi ini sekaligus menjadi panggung pencarian bibit unggulan menuju kompetisi nasional.

Ribuan atlet tersebut akan didampingi 1.911 ofisial dan bersaing dalam 58 cabang olahraga. Total 2.769 medali disiapkan untuk diperebutkan selama rangkaian pertandingan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, Porprov tidak boleh hanya dipandang sebagai persaingan antarkabupaten dan kota.

Menurutnya, ajang tersebut harus menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Pernyataan itu disampaikan Taj Yasin saat membuka Chef de Mission Meeting Porprov XVII Jawa Tengah di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat, 2 Oktober 2026.

Taj Yasin yang juga menjabat Ketua Panitia Besar Porprov XVII menilai, kompetisi tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah seluruh daerah dalam membangun prestasi olahraga Jawa Tengah.

“Tujuan kita adalah menyatukan misi bahwa kita ingin sukses dalam agenda Porprov ke-17 dan juga sukses membina para atlet kita dari bibit-bibit atlet, sehingga ke depan kita bisa menambah medali untuk Indonesia,” kata Taj Yasin.

Ia mencontohkan kiprah atlet Jawa Tengah dalam kompetisi internasional. Pada Asian Games 2026, sejumlah atlet asal Jawa Tengah turut berkontribusi terhadap perolehan medali Indonesia.

Dari lima medali emas yang telah diraih Indonesia, dua di antaranya disumbangkan atlet Jawa Tengah. Selain itu, kontingen Indonesia juga mendapat tambahan satu medali perak dari cabang menembak serta dua perunggu dari wushu.

“Ini yang harus terus kita pupuk,” ujarnya.

Menurut Taj Yasin, proses pembinaan tidak boleh berhenti setelah Porprov berakhir.

Para atlet potensial harus terus mendapatkan pembinaan agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Karena itu, Porprov XVII diarahkan menjadi salah satu tahapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Taj Yasin juga berharap seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah tidak berjalan sendiri-sendiri dalam membangun prestasi olahraga.

Sinergi antardaerah dinilai penting untuk memperkuat posisi Jawa Tengah di tingkat nasional.

Ia bahkan berharap kesuksesan penyelenggaraan Porprov XVII dapat menjadi modal bagi Jawa Tengah jika nantinya dipercaya menjadi tuan rumah PON berikutnya.

“Goal-nya pada PON tahun 2028. Kita berharap ketika sukses dalam perhelatan ini, kita bisa dilirik menjadi tuan rumah PON berikutnya,” katanya.

Kesuksesan Porprov, lanjut Taj Yasin, membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas. Apalagi sejumlah pertandingan akan digelar di kawasan Semarang Raya.

Ia mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menciptakan suasana pertandingan yang meriah sekaligus memberikan dukungan kepada para atlet.

“Saya mengajak bukan hanya masyarakat olahraga saja, tetapi seluruh elemen masyarakat, khususnya yang ada di Semarang Raya. Yuk, kita ramaikan dan kita sukseskan bersama,” ajaknya.

Selain aspek olahraga, penyelenggaraan Porprov juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Mobilitas atlet, ofisial, suporter, dan pengunjung selama pertandingan dinilai dapat menggerakkan aktivitas usaha di daerah penyelenggara.

Dalam forum Chef de Mission Meeting, Taj Yasin juga mengingatkan pentingnya peran pimpinan kontingen atau Chef de Mission (CdM).

Mereka tidak hanya bertugas mengoordinasikan kontingen, tetapi juga memastikan kebutuhan atlet selama mengikuti pertandingan dapat terpenuhi.

Kebutuhan tersebut mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi hingga berbagai keperluan teknis selama kompetisi berlangsung.

CdM juga diminta memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis atlet. Dukungan dan motivasi diperlukan ketika atlet menghadapi tekanan selama pertandingan.

“Ketika mental mereka turun, kita sekaligus menjadi motivator untuk para atlet. Ini yang harus kita bantu dan kita tekankan pada acara kali ini,” tutur Taj Yasin.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Tengah Sudjarwanto Dwiatmoko mengatakan, pertemuan para Chef de Mission menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh kontingen memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan Porprov XVII.

Berbagai persoalan teknis dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari kesiapan venue, akomodasi, konsumsi, transportasi, keamanan, layanan kesehatan, perangkat pertandingan hingga pelayanan bagi kontingen.

“Kami berharap seluruh peserta, khususnya Chef de Mission kontingen kabupaten/kota, memperoleh gambaran yang jelas mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Porprov,” kata Sudjarwanto.

Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dijadwalkan mulai menggelar pertandingan pada 20 Oktober 2026. Acara pembukaan resmi akan berlangsung 25 Oktober, sedangkan seluruh rangkaian kompetisi ditargetkan berakhir pada 30 Oktober 2026. (di)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Ombudsman Soroti Waktu Tunggu Obat JKN di RSUP Dr. Kariadi Semarang

3 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Ombudsman Jateng Soroti Dugaan Perundungan Siswa di Pemalang, Minta Penanganan Transparan

3 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Unwahas Lolos KMI Expo 2026, Sulap Limbah Aluminium Jadi Produk Bernilai Ekonomi

3 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Ekonomi Syariah Jateng Jadi Penggerak UMKM hingga Pasar Ekspor

3 Oktober 2026 - 14:05 WIB

26 Tokoh Masuk Wantimpres Prabowo, Pratikno Dipercaya Jadi Ketua

3 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Spesialis Bobol Masjid dan Sekolah Lintas Wilayah Dibekuk Polres Purworejo

3 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Trending di Daerah