Menu ✖

Mode Gelap
 

Pendidikan

Tak Tertampung di Sekolah Negeri, 5.004 Kursi Gratis Disiapkan Lewat Sekolah Kemitraan Jateng

badge-check


					Tak Tertampung di Sekolah Negeri, 5.004 Kursi Gratis Disiapkan Lewat Sekolah Kemitraan Jateng Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id – Ribuan lulusan SMP di Jawa Tengah menghadapi keterbatasan kursi sekolah negeri setiap tahun.

Untuk memastikan anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan, Pemprov Jateng menggandeng sekolah swasta melalui Program Sekolah Kemitraan.

Program tersebut menyediakan 5.004 kursi pendidikan gratis di 139 sekolah swasta yang biaya pendidikannya ditanggung melalui APBD Provinsi Jawa Tengah.

Atas gagasan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Penggagas Program Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia dari Jawa Pos Radar Semarang.

Penghargaan itu diserahkan dalam Malam Puncak Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 di Patra Semarang Hotel and Convention, Jumat, 25 September 2026.

Sebanyak 139 sekolah swasta saat ini terlibat dalam program tersebut. Rinciannya terdiri dari 56 SMA dan 83 SMK.

Dari 5.004 kursi yang disiapkan untuk tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 3.676 siswa telah mendapatkan tempat melalui program tersebut.

Kebijakan ini menjadi salah satu solusi menghadapi ketimpangan antara jumlah lulusan SMP sederajat dengan daya tampung sekolah negeri.

Data tahun ajaran 2026/2027 menunjukkan SMA, SMK, dan SLB negeri di Jawa Tengah hanya menyediakan sekitar 231.724 kursi. Sementara jumlah lulusan SMP sederajat diperkirakan mencapai 567.500 siswa.

Kondisi itu membuat kapasitas sekolah negeri hanya mampu menampung sekitar 40,83 persen dari total lulusan SMP sederajat.

Bagi keluarga kurang mampu, keterbatasan tersebut dapat menjadi persoalan serius.

Karena itu, Sekolah Kemitraan dirancang agar siswa yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri tetap mempunyai akses terhadap pendidikan menengah tanpa terbebani biaya.

Ahmad Luthfi mengatakan penghargaan yang diterimanya tidak boleh dipandang sebagai tujuan dari program tersebut.

Ia justru berharap apresiasi itu menjadi pemicu lahirnya kebijakan lain yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Keberhasilan mendapatkan suatu piagam penghargaan bukan tujuan utama. Tetapi bagaimana penghargaan itu bisa memacu kita untuk membuat terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Luthfi.

Menurutnya, pendidikan juga memiliki peran penting dalam memutus mata rantai kemiskinan.

Karena itu, Sekolah Kemitraan diarahkan tidak hanya untuk memberikan akses sekolah, tetapi juga membuka peluang perubahan kehidupan bagi anak-anak penerima manfaat.

“Sekolah Kemitraan ini memang kita gagas dan mungkin baru satu-satunya di Indonesia, bagaimana kita mereduksi angka kemiskinan dari sekolah,” katanya.

Pemprov Jateng berencana memperluas program tersebut.

Penguatan sekolah vokasi juga menjadi bagian dari pengembangan ke depan dengan mempertemukan pendidikan dan kebutuhan dunia usaha maupun industri.

“Akan kita tambah lagi. Di tempat kita itu banyak sekolah vokasi. Kita tempelkan di perusahaan. Supaya pendidikan bisa dinikmati masyarakat, bisa mengubah hidup mereka sehingga bisa sejahtera,” ungkap Luthfi.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Noval Surya Saputra, siswa SMA Laboratorium UPGRIS Semarang.

Noval memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Kemitraan.

Ia menyampaikan rasa terima kasih atas program yang membantunya mendapatkan akses pendidikan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas Program Kemitraan,” kata Noval dengan mata berkaca-kaca.

Momen haru terjadi saat Ahmad Luthfi memeluk dan mencium kening Noval dalam acara penganugerahan tersebut.

Noval hadir sebagai tamu khusus yang diundang Radar Semarang.

Kisah Noval sebelumnya juga pernah menjadi perhatian Ahmad Luthfi ketika gubernur berdialog dengannya saat mengunjungi SMA Laboratorium UPGRIS pada hari pertama siswa tersebut masuk sekolah.

Pemprov Jateng berharap kemitraan dengan sekolah swasta dapat terus diperluas sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan menempuh pendidikan menengah, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Selain Ahmad Luthfi, penghargaan dalam malam penganugerahan tersebut juga diberikan kepada kepala daerah dari Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Magelang. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polres Pekalongan Kota Ungkap 8 Kasus Narkotika, Sita 66,55 Gram Sabu dan 1,3 Kg Ganja

26 September 2026 - 07:53 WIB

Timnas Indonesia Menang 2-0 atas Singapura, Nobar di Gubernuran Jateng Berubah Jadi Pesta Rakyat

26 September 2026 - 07:44 WIB

Lintasan Baru di Batang Jadi Magnet Kejurnas Sprint Rally, 110 Pereli Turun Bertanding

26 September 2026 - 07:36 WIB

Bandara Ahmad Yani Semarang Gelar FOD Walk, Perkuat Budaya Keselamatan Penerbangan

25 September 2026 - 19:59 WIB

Kodam IV/Diponegoro Siapkan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK RI soal Rumah Negara

25 September 2026 - 19:34 WIB

Lapas Purwodadi Bekali Warga Binaan Keterampilan Bertani Lewat Budidaya Pakcoy

25 September 2026 - 19:24 WIB

Trending di Daerah