GROBOGAN | Kabarjateng.id – Lahan pertanian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi warga binaan. Salah satunya melalui budidaya dan perawatan tanaman pakcoy.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang mendorong warga binaan memiliki keterampilan praktis dan pengalaman kerja yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Dalam kegiatan ini, warga binaan terlibat langsung dalam berbagai tahapan perawatan tanaman.
Mulai dari menyiram tanaman, memantau perkembangan, membersihkan area kebun hingga memastikan kondisi tanaman tetap terjaga.
Budidaya pakcoy dipilih karena tanaman tersebut memiliki masa pertumbuhan yang relatif cepat.
Dalam kondisi tertentu, pakcoy dapat tumbuh sekitar 30 hari dan umumnya mulai dipanen pada usia 35 hingga 40 hari, bergantung pada kondisi tanaman serta pola perawatan.
Kegiatan pertanian tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mengenal proses budidaya tanaman secara langsung.
Mereka belajar bahwa hasil pertanian membutuhkan ketelatenan, kedisiplinan dan perawatan yang dilakukan secara konsisten.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengatakan pembinaan pertanian diarahkan tidak sekadar untuk mengisi aktivitas warga binaan, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
“Perawatan tanaman pakcoy ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian. Kami berharap warga binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang nantinya bisa dikembangkan ketika mereka kembali ke masyarakat,” kata Erik.
Menurutnya, aktivitas tersebut juga memiliki nilai pembentukan karakter.
Rutinitas merawat tanaman mengajarkan warga binaan untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, tekun serta peduli terhadap lingkungan sekitar.
Pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas Purwodadi pun diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan produktif.
Selain memberikan aktivitas positif bagi warga binaan, program tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan kemandirian.
Lapas Purwodadi berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang edukatif dan berkelanjutan.
Keterampilan pertanian yang diperoleh selama berada di Lapas diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Semangat Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat menjadi landasan dalam mendorong berbagai kegiatan pembinaan agar warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal positif untuk kehidupan setelah bebas. (lim)






