Menu

Mode Gelap
 

Berita TNI

Prajurit Yonzipur 4/TK Terima UN Medal, Kiprah Kontingen Garuda di Afrika Tengah Diapresiasi

badge-check


					Prajurit Yonzipur 4/TK Terima UN Medal, Kiprah Kontingen Garuda di Afrika Tengah Diapresiasi Perbesar

REPUBLIK AFRIKA TENGAH – Pengabdian prajurit TNI dalam menjaga misi perdamaian dunia mendapat pengakuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Penghargaan itu ditandai dengan pemberian UN Medal kepada personel Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L MINUSCA dan Satgas Indo FPU 7 MINUSCA.

Prosesi Medal Parade berlangsung di Garuda Camp, Bangui, Republik Afrika Tengah, Rabu (16/9/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan dan profesionalisme personel Indonesia selama menjalankan mandat United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA).

Medal Parade dihadiri dan dipimpin Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB sekaligus Head of MINUSCA, Valentine Rugwabiza.

Turut hadir Force Commander MINUSCA Lt Gen Humphrey Nyone serta Deputy Force Commander MINUSCA Mayjen TNI Maychel Asmi, P.S.C., S.E., M.Han., bersama jajaran pejabat dan tamu undangan MINUSCA.

Bagi prajurit Indonesia, UN Medal bukan sekadar penghargaan seremonial.

Medali tersebut menjadi penanda atas rangkaian tugas yang dijalankan jauh dari keluarga dan tanah air.

Salah satu unsur penting dalam Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-L berasal dari Yonzipur 4/TK, satuan di bawah Kodam IV/Diponegoro yang bermarkas di Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Satgas dengan Main Body Yonzipur 4/TK tersebut dipimpin Letkol Czi Septian Hermawan Saputra, S.I.P., M.Sc., M.Han.

Keterlibatan Yonzipur 4/TK dalam misi MINUSCA menjadi bagian dari penugasan internasional prajurit Zeni TNI.

Mereka dituntut mampu bekerja secara profesional dalam lingkungan yang melibatkan personel dari berbagai negara.

Selama menjalankan misi, kemampuan bekerja sama menjadi salah satu aspek penting.

Prajurit juga harus mampu beradaptasi dengan perbedaan latar belakang, budaya dan karakter personel dalam satu lingkungan penugasan.

Nilai kebersamaan yang lekat dengan masyarakat Jawa Tengah turut dibawa dalam pelaksanaan tugas.

Semangat gotong royong, guyub rukun dan tepa selira menjadi bagian dari upaya membangun kekompakan di antara personel.

Selain menjalankan tugas utama, Kontingen Garuda juga membawa misi memperkenalkan Indonesia di tingkat internasional.

Hal itu terlihat dalam rangkaian kegiatan Medal Parade yang turut diisi pertunjukan pencak silat dan kesenian Nusantara dari berbagai daerah, mulai Sumatra, Betawi, Jawa, Bali hingga Papua.

Personel Main Body Yonzipur 4/TK ikut menampilkan unsur budaya Jawa.

Kesenian tersebut menjadi bagian dari identitas Indonesia sekaligus sarana membangun interaksi dan persahabatan dengan personel dari negara lain.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika prajurit Indonesia bersama peserta kegiatan mengikuti tarian Yerusalema dan Tabola Bale.

Bagi para prajurit, penghargaan UN Medal juga memiliki arti tersendiri bagi keluarga yang berada di Indonesia.

Doa serta dukungan orang tua, istri dan anak menjadi bagian dari kekuatan moral selama menjalankan tugas di daerah misi.

Sementara bagi Yonzipur 4/TK, penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian satuan dalam menjalankan amanah penugasan negara.

Kepemimpinan Letkol Czi Septian Hermawan Saputra bersama seluruh personel Satgas menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme, kekompakan dan nama baik satuan selama menjalankan misi perdamaian.

Penugasan di Republik Afrika Tengah juga memperlihatkan peran prajurit Indonesia dalam membawa identitas bangsa ke tengah pergaulan internasional.

Dari Banyubiru, Kabupaten Semarang, prajurit Yonzipur 4/TK menjalankan tugas ribuan kilometer dari tanah air. Pengabdian itu menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung misi perdamaian PBB.

UN Medal yang diterima para prajurit pun menjadi simbol penghargaan atas tugas yang telah mereka jalankan sekaligus pengingat bahwa pengabdian TNI tidak mengenal batas wilayah ketika membawa amanah negara. (lim)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Rutan Salatiga Gelar Salat Istisqa, Pegawai dan WBP Berdoa di Tengah Kekeringan

18 September 2026 - 09:43 WIB

PRPP Jateng Bakal Dipoles Total, Luthfi Ingin Kawasan Kembali Ramai

18 September 2026 - 07:52 WIB

PMI Kabupaten Semarang Salurkan Ribuan Liter Air Bersih untuk Warga Bringin

17 September 2026 - 20:41 WIB

Pelayanan Veteran di Jateng Berbenah, Sinergi Instansi Diperkuat

17 September 2026 - 20:17 WIB

Taj Yasin Bocorkan Konsep Penutupan MTQ Nasional di Simpang Lima Semarang

17 September 2026 - 17:02 WIB

Kasdam IV/Diponegoro Soroti Disiplin Personel dan Kesiapan Satuan Hadapi Ancaman Kekeringan

17 September 2026 - 16:17 WIB

Trending di Berita TNI