KENDAL | Kabarjateng.id – Penguatan ekonomi lokal dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal saat menggelar BERSATU SIAGA (Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga) di Desa Dawungsari, Kecamatan Pegandon, Jumat (11/9/2026).
Mengusung tema “UMKM Berdaya, Desa Berdikari”, kegiatan tersebut menjadi sarana pemerintah daerah untuk bertemu langsung dengan warga sekaligus menyerap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, pengembangan UMKM memiliki peran penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Menurutnya, keberadaan UMKM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan, tetapi juga dapat membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda perekonomian di tingkat desa.
“UMKM Berdaya, Desa Berdikari memiliki makna bahwa penguatan UMKM menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa,” kata Dyah.
Melalui BERSATU SIAGA, pemerintah dapat mengetahui secara langsung potensi maupun kendala yang dihadapi pelaku UMKM dan masyarakat.
Bupati juga mengapresiasi kekompakan warga Dawungsari yang dinilai masih kuat dalam menjaga budaya gotong royong.
“Kehadiran Bapak-Ibu sekalian membuktikan bahwa Desa Dawungsari memiliki energi kebersamaan dan gotong royong yang luar biasa,” ujarnya.
Selain ekonomi, persoalan lingkungan turut menjadi perhatian Bupati.
Ia mengingatkan masyarakat agar mulai membangun kebiasaan mengelola sampah dari lingkungan rumah masing-masing.
Menurutnya, persoalan sampah saat ini menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi bersama oleh Kabupaten Kendal.
“Sekarang ini, Kendal sedang berjuang menghadapi tantangan besar yaitu sampah. Tapi saya yakin, warga Dawungsari bisa jadi contoh bagaimana masalah ini bisa diselesaikan bersama,” tuturnya.
Ia mendorong warga membiasakan diri memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin melakukan penghijauan dan kerja bakti.
Untuk memperkuat perekonomian desa, masyarakat juga diminta memanfaatkan berbagai kelembagaan ekonomi seperti BUMDesa, Koperasi Desa Merah Putih, kelompok tani dan UMKM.
Bupati Tindak Lanjuti Keluhan Banjir
Dalam forum tersebut, sejumlah aspirasi warga turut disampaikan kepada pemerintah daerah.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah banjir yang terjadi saat musim hujan.
Camat Pegandon Junaedi menyampaikan, kondisi di bawah jalan tol menjadi salah satu titik yang dikeluhkan warga.
Pendangkalan dinilai menghambat aliran air hingga berpotensi menyebabkan sungai meluap.
Genangan banjir juga berdampak terhadap lahan pertanian warga sehingga aktivitas pertanian dapat terganggu.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Kendal meminta Dinas PUPR turun langsung melakukan pengecekan guna menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
“Terkait masalah banjir, kami akan memerintahkan Dinas PUPR melakukan pengecekan di lokasi untuk melihat tingkat urgensi,” jelas Dyah.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya penanganan menggunakan alat berat, pemerintah daerah akan menyiapkan langkah tersebut.
Pemeliharaan saluran avour Kancar juga akan diagendakan.
Warga Dawungsari juga menyampaikan persoalan minimnya penerangan jalan pada ruas utama Puguh-Dawungsari.
Bupati menjelaskan, berdasarkan informasi Dinas Perhubungan, pembangunan penerangan jalan di ruas tersebut belum masuk anggaran 2026.
Meski demikian, usulan warga telah diterima dan akan kembali diajukan untuk penganggaran pada tahun berikutnya.
“Untuk saat ini, penerangan jalan terlebih dahulu akan dilakukan di sepanjang jalan Caruban–Jenarsari,” katanya.
Pemkab Kendal berharap BERSATU SIAGA dapat menjadi ruang komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.
Selain menyelesaikan persoalan desa, forum tersebut diharapkan mampu memperkuat potensi ekonomi lokal dan semangat gotong royong warga. (ian)






