BREBES | Kabarjateng.id – Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 memasuki malam ketujuh dengan menghadirkan nuansa religi melalui kegiatan RSUD Bumiayu Bersholawat di panggung utama Lapangan Asri Bumiayu, Kamis (3/9/2026) malam.
Mengusung tema “Sehatkan Badan dengan Medis, Sehatkan Jiwa dengan Sholawat”, kegiatan tersebut menghadirkan Hadroh Laskar Syifa’ul Qulub dari Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Kecamatan Sirampog.
Lantunan sholawat dan musik religi membawa suasana berbeda di tengah kemeriahan GBF 2026.
Ribuan pengunjung yang sebelumnya menikmati pameran, wahana permainan, dan berbagai hiburan, turut larut dalam suasana khidmat ketika lantunan sholawat menggema di kawasan Lapangan Asri Bumiayu.
Melalui kegiatan tersebut, jamaah tidak hanya diajak memperbanyak sholawat, tetapi juga menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Di balik kegiatan religi itu, RSUD Bumiayu juga memanfaatkannya sebagai momentum untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
Warga diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman, kritik, saran, maupun harapan terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Plt Direktur RSUD Bumiayu, dr. Hero Irawan, melalui Plt Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Bumiayu, Muhammad Silahudin, S.Kep., Ners., M.Kep., mengatakan peningkatan mutu pelayanan merupakan komitmen yang terus dilakukan rumah sakit.
Menurut Silahudin, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh aspek medis, tetapi juga oleh pengalaman pasien selama menjalani seluruh rangkaian pelayanan. Hal itu mencakup proses pendaftaran, pemeriksaan, perawatan, komunikasi dengan tenaga kesehatan, hingga sikap petugas kepada pasien.
“Bagi kami, pelayanan kesehatan bukan hanya bagaimana pasien mendapatkan pengobatan, tetapi juga bagaimana pasien merasa dihargai, dilayani dengan baik, mendapatkan informasi yang jelas, serta memperoleh pelayanan yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, RSUD Bumiayu terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Setiap masukan, kata dia, menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pembenahan pelayanan secara berkelanjutan.
“Kami menyadari masih ada hal-hal yang perlu terus kami benahi. Karena itu, kami memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, maupun harapan. Semua itu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.
Silahudin menambahkan, kepuasan masyarakat menjadi salah satu perhatian utama RSUD Bumiayu.
Karena itu, rumah sakit terus berupaya menghadirkan pelayanan yang profesional, ramah, cepat, responsif, dan mengedepankan pendekatan humanis.
“Harapan kami, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik secara medis, tetapi juga merasakan pelayanan yang ramah dan manusiawi. Kami ingin RSUD Bumiayu terus tumbuh menjadi rumah sakit yang dipercaya dan menjadi pilihan masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, keterlibatan RSUD Bumiayu dalam GBF 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
Melalui interaksi langsung, rumah sakit dapat mendengar berbagai harapan dan pengalaman warga yang selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan.
Sejumlah pengunjung GBF yang pernah memperoleh pelayanan di RSUD Bumiayu turut membagikan pengalamannya.
Tri Lestari, salah seorang pengunjung, mengaku memperoleh pelayanan yang baik ketika membawa anaknya menjalani perawatan di RSUD Bumiayu.
“Ketika anak saya dirawat di RSUD Bumiayu, pelayanannya sangat baik dan memuaskan. Perawat-perawatnya juga ramah,” kata Tri.
Sementara itu, pengunjung lainnya, Danu, mengapresiasi upaya peningkatan pelayanan yang dilakukan RSUD Bumiayu.
Ia berharap ketersediaan dokter spesialis, termasuk waktu praktiknya, dapat terus ditingkatkan sehingga semakin memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan.
Ketua Panitia GBF 2026, Edi Riyanto, SH.,MH, mengatakan sejak awal penyelenggara tidak hanya merancang GBF sebagai arena hiburan, tetapi juga sebagai ruang bersama untuk mempromosikan produk lokal, memberdayakan pelaku usaha, serta mengembangkan seni dan budaya.
“GBF kami hadirkan sebagai ruang informasi, promosi, hiburan, sekaligus ruang kebersamaan bagi masyarakat. Karena itu, rangkaian kegiatan di panggung utama kami kemas beragam, mulai dari seni budaya, musik berbagai genre, hingga musik religi,” kata Edi.
Menurut Edi, keberagaman agenda tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan kegiatan bagi berbagai lapisan masyarakat.
Pengunjung tidak hanya dapat menikmati wahana permainan dan berbelanja, tetapi juga menyaksikan pertunjukan serta mengikuti berbagai kegiatan yang digelar selama GBF 2026 berlangsung.
Ia menilai kehadiran RSUD Bumiayu Bersholawat menjadi bagian penting dalam rangkaian GBF 2026, terlebih kegiatan tersebut digelar dalam suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Mudah-mudahan masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperoleh pahala dengan memperbanyak sholawat, dan semakin mencintai serta meneladani Rasulullah SAW,” ujarnya.
GBF 2026 di Lapangan Asri Bumiayu memadukan berbagai aktivitas masyarakat dalam satu kawasan.
Selain panggung utama dengan beragam pertunjukan, tersedia pula wahana permainan untuk anak-anak dan orang dewasa, Pasar Raya UKM, serta area kuliner yang menjadi ruang promosi dan pemasaran produk para pelaku usaha.
Rangkaian GBF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat interaksi sosial, membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal, sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberikan nilai edukatif dan religius bagi pengunjung. (wb)






