Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah

Ekonomi Jawa Tengah Tetap Tumbuh, Kemiskinan dan Pengangguran Terus Ditekan di Usia ke-81

badge-check


					Ekonomi Jawa Tengah Tetap Tumbuh, Kemiskinan dan Pengangguran Terus Ditekan di Usia ke-81 Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id – Memasuki usia ke-81, Provinsi Jawa Tengah mencatat sejumlah perkembangan positif di sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pertumbuhan ekonomi daerah tetap berada pada level yang cukup kuat, sementara angka kemiskinan terus mengalami penurunan.

Pada Semester I 2026, perekonomian Jawa Tengah tumbuh 5,80 persen secara kumulatif.

Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama.

Pertumbuhan itu menjadi hasil dari berbagai aktivitas ekonomi yang berjalan secara bersamaan, mulai dari konsumsi masyarakat, investasi, kegiatan usaha, hingga pembangunan di berbagai daerah.

Pemerintah juga menilai capaian tersebut tidak lepas dari keterlibatan dunia usaha, akademisi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, dan masyarakat.

Dari sisi kesejahteraan, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah juga berkurang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, pada Maret 2026 terdapat sekitar 3,29 juta penduduk miskin atau setara 9,21 persen dari total populasi.

Jumlah tersebut turun sekitar 59.390 orang dibandingkan September 2025 yang mencapai 9,39 persen.

Jika dibandingkan dengan Maret 2025, penduduk miskin berkurang sekitar 81.250 orang.

Saat itu, persentase kemiskinan tercatat 9,48 persen.

Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said menyebut tren tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan, kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 14,50 persen.

Sementara terhadap perekonomian nasional, kontribusinya berada di angka 8,19 persen.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu daerah dengan kontribusi ekonomi terbesar secara nasional.

Investasi Tembus Rp48,54 Triliun
Penguatan ekonomi juga terlihat dari masuknya investasi ke Jawa Tengah.

Sepanjang Semester I 2026, nilai investasi yang terealisasi mencapai Rp48,54 triliun dari 55.989 proyek.

Investasi tersebut turut menciptakan lapangan pekerjaan bagi 213.217 orang.

Dengan demikian, arus modal yang masuk tidak hanya memperbesar aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan peluang kerja bagi masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah Sakina Rosellasari menyampaikan, realisasi investasi tersebut berasal dari Rp23,02 triliun pada triwulan pertama dan Rp25,53 triliun pada triwulan kedua 2026.

Dibandingkan triwulan sebelumnya, nilai investasi pada triwulan II mengalami peningkatan 10,88 persen.

Dari keseluruhan investasi Semester I, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp25,92 triliun atau sekitar 53,40 persen.

Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat Rp22,62 triliun atau 46,60 persen.

Untuk menjaga tren tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengembangan kawasan industri di berbagai kabupaten dan kota.

Keberadaan kawasan industri dinilai penting untuk menyediakan infrastruktur yang memadai sekaligus memberikan kepastian bagi calon investor.

Andalkan Kolaborasi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

Menurutnya, berbagai persoalan di Jawa Tengah membutuhkan keterlibatan banyak unsur.

Karena itu, pemerintah daerah mengedepankan konsep collaborative government atau pemerintahan yang mengutamakan kerja sama lintas sektor.

Luthfi menilai, Jawa Tengah memiliki cakupan wilayah yang luas dengan 35 kabupaten/kota serta karakteristik dan persoalan yang beragam.

Kondisi tersebut membuat sinergi antarpihak menjadi kebutuhan dalam menjalankan pembangunan.

Ia mengajak kepala daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, akademisi, masyarakat hingga media untuk ikut berkontribusi sesuai perannya masing-masing.

Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar berbagai kebijakan pemerintah tidak berhenti sebatas program, tetapi mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Semangat tersebut kemudian dituangkan dalam tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, “Gumregut Nyawiji”.

Tema itu menggambarkan tekad untuk bergerak bersama, menyatukan kekuatan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan, tema tersebut mencerminkan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Dengan ekonomi yang tetap tumbuh, jumlah penduduk miskin yang menurun, investasi yang terus masuk, serta lapangan kerja yang bertambah, momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat pembangunan.

Semangat “Gumregut Nyawiji” diharapkan tidak hanya menjadi slogan peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi gerakan bersama agar pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas dan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Jawa Tengah. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Semangat “Dari Warga untuk Warga” Warnai HUT RI ke-81 di Cirumyang Paguyangan

16 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Grand Final Voli Piala Kades Guli Berlangsung Semarak, Polsek Nogosari Pastikan Pertandingan Aman

16 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Mendagri Tito Tinjau Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Percepat Pemulihan

16 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Hari Jadi ke-81 Jateng, Pemprov Perluas Akses Pendidikan Gratis bagi Warga Kurang Mampu

16 Agustus 2026 - 16:45 WIB

45 Paskibraka Jateng Dikukuhkan, Gus Yasin Tekankan Integritas dan Kedisiplinan

16 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Dry Port Jateng Segera Terwujud, Target Dua Tahun

16 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Trending di KABAR JATENG