SALATIGA | Kabarjateng.id – Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga kembali menunjukkan hasil dari kegiatan pembinaan kemandirian.
Kali ini, sayuran sawi yang dibudidayakan di lingkungan rutan dipanen dan dibagikan kepada keluarga pengunjung.
Pembagian sayuran berlangsung pada Kamis (13/8/2026) saat layanan kunjungan tatap muka.
Sekitar pukul 13.30 WIB, hasil panen tersebut diserahkan kepada keluarga yang datang mengunjungi warga binaan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil pembinaan agar tidak berhenti pada proses pelatihan.
Melalui program budidaya tanaman, warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang memiliki nilai produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Mulai dari menyiapkan media tanam, menanam bibit, merawat tanaman hingga memanen, seluruh proses menjadi bagian dari pembelajaran bagi warga binaan.
Aktivitas tersebut juga melatih kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja secara bersama-sama.
Plh. Kepala Rutan Salatiga, Akbar Febri, mengatakan pembinaan kemandirian diarahkan agar warga binaan memiliki pengalaman dan keterampilan yang dapat digunakan setelah kembali ke masyarakat.
“Yang kami harapkan bukan sekadar warga binaan mengikuti kegiatan, tetapi ada hasil yang bisa dimanfaatkan. Panen sawi ini menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan pembinaan dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai dan memberikan manfaat,” ujar Akbar.
Ia menuturkan, pengembangan kegiatan ketahanan pangan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan potensi dan kondisi yang tersedia di lingkungan Rutan Salatiga.
Program produktif tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kemandirian setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Selain memberikan keterampilan, kegiatan bercocok tanam juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap positif selama warga binaan menjalani masa pembinaan.
Rutan Salatiga berkomitmen melanjutkan berbagai kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani proses pembinaan, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. (ar)






