BOYOLALI | kabarjateng.id – Sebuah rumah milik Harni, warga Dukuh Ngawen RT 01 RW 02, Desa Banyusri, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, dilanda kebakaran pada Minggu (2/8/2026) malam.
Peristiwa tersebut diduga dipicu lilin yang masih menyala ketika ditinggalkan pemilik rumah.
Mengetahui kejadian itu, Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Sertu Riyanto, langsung menuju lokasi untuk membantu warga memadamkan api sekaligus mengevakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 18.00 WIB terjadi pemadaman listrik di wilayah tersebut.
Pemilik rumah kemudian menyalakan lilin dan meletakkannya di atas meja di kamar bagian belakang sebelum berkunjung ke rumah anaknya yang berada tepat di samping rumah.
Sekitar satu jam kemudian, Dwi Ayu Rahmawati yang tinggal di bagian belakang rumah mendengar suara ledakan kecil dari arah rumah orang tuanya.
Saat dicek, api sudah membesar dan membakar kamar belakang. Ia pun segera berteriak meminta bantuan warga.
Mendengar teriakan itu, masyarakat bersama Babinsa bergotong royong berupaya mengendalikan kobaran api.
Beberapa saat kemudian, petugas Pemadam Kebakaran Wonosegoro tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api sehingga tidak merembet ke bangunan lain.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, rumah semi permanen berukuran sekitar 9 x 12 meter beserta sebagian besar isinya hangus terbakar.
Kebakaran juga menghanguskan berbagai barang berharga, di antaranya dokumen penting, tiga unit sepeda motor, perabot rumah tangga, uang tunai sekitar Rp25 juta, gabah, beras, hingga material bangunan.
Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp105 juta.
Hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan bahwa api berasal dari lilin yang masih menyala dan ditinggalkan tanpa pengawasan hingga memicu kebakaran.
Sertu Riyanto mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau.
Ia mengimbau warga untuk memastikan seluruh sumber api telah padam sebelum meninggalkan rumah serta menjauhkan benda-benda yang mudah terbakar dari api guna menghindari kejadian serupa. (ar)






