BREBES | kabarjateng.id – Aliansi Masyarakat Peduli Keselamatan Flyover Kretek (AMPK) memberikan tenggat waktu kepada pemerintah hingga akhir Agustus 2026 untuk merealisasikan komitmen percepatan pembangunan jalan lingkar (ring road) di kawasan Flyover Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Desakan tersebut disampaikan sebagai upaya mendorong hadirnya solusi permanen guna menekan angka kecelakaan yang selama bertahun-tahun terjadi di lokasi tersebut.
Sikap tersebut menjadi salah satu kesimpulan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Rumah Makan Kebon Lumpang, Kecamatan Paguyangan, Senin (3/8/2026).
Pertemuan dihadiri Kasat Intelkam Polres Brebes, Polsek Paguyangan, Koramil 11/Paguyangan Kodim 0713/Brebes, Pemerintah Kecamatan Paguyangan, pengurus AMPK, tokoh masyarakat, serta para aktivis.
Dalam forum tersebut terungkap, informasi yang diterima bahwa Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) menargetkan sejumlah langkah penanganan yang mulai direalisasikan hingga akhir Agustus 2026.
Program tersebut meliputi pemasangan 20 unit penerangan jalan umum (PJU), penentuan titik pemasangan kamera pengawas (CCTV), serta percepatan pembangunan jalan lingkar yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat.
Menindaklanjuti hasil rapat, AMPK memutuskan menunda aksi lanjutan dan memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk membuktikan komitmennya.
Ketua AMPK, Dedi Anjar, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap hasil dialog sekaligus iktikad baik agar pemerintah memiliki ruang untuk merealisasikan janjinya.
“Kami memberikan waktu hingga akhir Agustus. Yang kami harapkan bukan sekadar janji, tetapi dimulainya pembangunan jalan lingkar sebagai solusi permanen untuk mengurangi angka kecelakaan di kawasan Flyover Kretek,” ujarnya.
Dedi juga menegaskan bahwa seluruh perjuangan AMPK murni didasari kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, tanpa dilandasi kepentingan pribadi maupun kelompok.
Kasat Intelkam Polres Brebes AKP Suhermanto, SH, mengapresiasi sikap AMPK yang mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, komunikasi yang konstruktif menjadi kunci percepatan penyelesaian persoalan di kawasan Flyover Kretek.
Senada, Danramil 11/Paguyangan Kapten Arm Sukirno menegaskan TNI siap mendukung setiap langkah yang bertujuan meningkatkan keselamatan masyarakat melalui sinergi bersama pemerintah, kepolisian, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin, SH., MH, menyatakan keselamatan pengguna jalan merupakan tanggung jawab bersama sehingga koordinasi lintas instansi harus terus diperkuat.
Menutup rapat koordinasi, tokoh masyarakat H.Rohmat mengingatkan bahwa usulan pembangunan jalan lingkar telah diperjuangkan sejak 2018, namun hingga kini belum terealisasi.
Menurutnya, penundaan tersebut berbanding lurus dengan terus berulangnya kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
“Sudah delapan tahun masyarakat menunggu. Perjuangan ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi keselamatan seluruh pengguna jalan. Sudah saatnya pemerintah membuktikan komitmennya dengan memulai pembangunan jalan lingkar agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan,” tegas Rohmat.
Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan komitmen bersama seluruh pihak untuk mengawal realisasi pembangunan jalan lingkar sebagai langkah strategis meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di kawasan Flyover Kretek. (wb)






