SALATIGA | kabarjateng.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga resmi membuka Program Pendidikan Kesetaraan (Kejar Paket) bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) bekerja sama dengan Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Salatiga.
Program yang dimulai pada Rabu (23/7) itu diikuti 21 warga binaan di Aula Rutan Salatiga.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pemenuhan hak warga binaan di bidang pendidikan sekaligus mendukung pembinaan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga, Anda Tuning Supiluhu, mengatakan pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.
Menurutnya, pendidikan mampu membentuk karakter, memperluas wawasan, sekaligus menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti program ini dengan sungguh-sungguh. Melalui pendidikan, warga binaan dapat meningkatkan pengetahuan, membangun rasa percaya diri, serta memiliki bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih positif ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Untuk meningkatkan semangat belajar, pembukaan program juga diisi dengan permainan edukatif berupa sesi tanya jawab.
Peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan voucher telepon yang diberikan langsung oleh Kepala Rutan sebagai bentuk apresiasi.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan semangat, mulai dari pembukaan hingga sesi permainan yang dirancang sebagai motivasi belajar.
Salah seorang peserta, Liswanto, mengaku bersyukur dapat mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan tersebut.
Ia menilai kesempatan kembali belajar menjadi motivasi untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Saya berterima kasih kepada Rutan Salatiga dan SPNF SKB Kota Salatiga karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk kembali belajar. Program ini menjadi penyemangat bagi saya untuk menambah ilmu dan mempersiapkan diri agar lebih siap ketika kembali ke masyarakat,” kata Liswanto.
Melalui kerja sama dengan SPNF SKB Kota Salatiga, Rutan Kelas IIB Salatiga berharap program ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas warga binaan. (ar)






