SALATIGA | kabarjateng.id – Kota Salatiga menjadi lokasi penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) XIV Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Tahun Buku 2025 yang dirangkaikan dengan Workshop Ketel Hemat Energi Generasi ke-5.
Kegiatan berlangsung di Grand Wahid Hotel Salatiga, Selasa (21/7/2026), dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan di bidang koperasi serta pangan.
Acara dibuka oleh Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah.
Turut hadir Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Direktur Pemasaran Bulog beserta jajaran, serta perwakilan koperasi produsen tempe dan tahu dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menekankan bahwa rapat anggota tahunan merupakan forum penting bagi koperasi untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis dalam pengembangan usaha.
Menurutnya, konsolidasi antaranggota menjadi kunci agar koperasi mampu menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Koperasi dalam memperkuat kelembagaan dan mendorong koperasi agar memiliki tata kelola yang transparan, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Sementara itu, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Salatiga terhadap pengembangan koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Ia menilai inovasi yang diperkenalkan melalui Workshop Ketel Hemat Energi Generasi ke-5 dapat membantu pelaku usaha tempe dan tahu meningkatkan efisiensi produksi.
“Gakoptindo memiliki peran strategis dalam membina koperasi produsen tempe dan tahu di Indonesia. Pemerintah Kota Salatiga siap mendukung transformasi organisasi agar semakin modern, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan industri di masa depan,” ujarnya.
Ketua Umum Gakoptindo, Triharjono, B.Sc., menjelaskan bahwa RAT merupakan forum tertinggi dalam koperasi yang menjadi sarana pertanggungjawaban pengurus sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi ke depan.
Ia mengungkapkan, terdapat tiga agenda utama yang dibahas dalam RAT tahun ini, yakni evaluasi program kerja selama setahun terakhir, upaya memperjuangkan subsidi kedelai dari pemerintah, serta demonstrasi penggunaan ketel hemat energi yang dinilai mampu menekan konsumsi bahan bakar, mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi produksi, dan mendukung proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Melalui penyelenggaraan RAT XIV dan workshop tersebut, Gakoptindo diharapkan semakin memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan daya saing koperasi produsen tempe dan tahu, serta memperluas pemanfaatan teknologi hemat energi sebagai langkah mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Wali Kota Salatiga juga berharap hasil pembahasan dalam RAT dapat melahirkan rekomendasi dan program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi anggota koperasi, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan perajin tempe dan tahu di seluruh Indonesia. (ar)






