JEPARA | kabarjateng.id – Pembangunan ruas Jalan Gidanglo–Guwosobokerto di Kecamatan Welahan terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga pertengahan Juli 2026, proyek betonisasi tersebut telah mencapai progres 60,61 persen dan diharapkan segera memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Perbaikan jalan ini menjadi bagian dari program pembangunan 60 titik infrastruktur yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jepara di bawah kepemimpinan Bupati Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp210 miliar.
Camat Welahan, Suhadi, mengungkapkan bahwa ruas Jalan Gidanglo–Guwosobokerto telah mengalami kerusakan selama kurang lebih 14 tahun.
Kondisi tersebut selama ini menghambat aktivitas masyarakat, terutama pelajar yang setiap hari melintasi jalan tersebut serta petani yang mengangkut hasil panen menuju wilayah perbatasan Kabupaten Demak.
“Selama hampir 14 tahun jalan ini rusak dan belum mendapatkan penanganan yang memadai. Padahal, jalur ini sangat vital bagi aktivitas warga, baik untuk transportasi pelajar maupun distribusi hasil pertanian,” ujar Suhadi, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, pembangunan jalan itu disambut antusias oleh masyarakat. Warga berharap pekerjaan dapat selesai tepat waktu sehingga akses transportasi menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar.
Selain berfungsi sebagai jalur penghubung, ruas Jalan Gidanglo–Guwosobokerto juga memiliki daya tarik berupa pemandangan persawahan yang hijau di sepanjang sisi jalan.
Keindahan alam tersebut dinilai berpotensi menjadi kawasan favorit masyarakat untuk berolahraga, seperti berjalan kaki maupun jogging.
Proyek betonisasi ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp1.282.526.523 dengan masa pelaksanaan selama 119 hari kalender.
Pekerjaan dimulai pada 10 Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada 6 Oktober 2026.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan perkerasan beton dengan mutu Fc/Fs 45 MPa dan volume pekerjaan mencapai 439,87 meter kubik.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan tindak lanjut atas berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang, program Bupati Ngantor di Desa, maupun berbagai masukan melalui media sosial.
Menurutnya, peningkatan kualitas jalan menjadi langkah strategis untuk memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sekaligus membuka peluang pengembangan potensi ekonomi di Kecamatan Welahan.
“Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang lebih baik agar aktivitas masyarakat semakin lancar serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah,” tegas Witiarso. (ks)






