SRAGEN | kabarjateng.id — Suasana haru menyelimuti halaman SD Negeri Mojorejo 1, Dukuh Kembangan, Desa Mojorejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, saat keluarga besar sekolah menggelar acara pamitan purna tugas Kepala Sekolah Jatmiko, S.Pd., M.Pd., Senin (13/7/2026).
Dalam acara paripurna ini dihadiri dari Sekitar 150 peserta yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, perwakilan orang tua siswa.
Dan juga tidak ketinggalan dihadiri Suharno, S.Pd. selaku Kepala Desa Mojorejo, unsur Dinas Pendidikan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tamu undangan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok pemimpin yang telah mengabdikan diri demi kemajuan sekolah.
Bagi warga SDN Mojorejo 1, purna tugas Jatmiko bukan sekadar berakhirnya masa jabatan seorang kepala sekolah, tetapi menjadi momen perpisahan dengan sosok pendidik yang selama bertahun-tahun membangun sekolah, membimbing guru, dan menanamkan karakter kepada para peserta didik.
Dalam sambutannya, Jatmiko menyampaikan rasa syukur sekaligus permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar sekolah apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan.
“Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan kekompakan selama ini. Saya mohon maaf apabila ada tutur kata maupun sikap yang kurang berkenan. Semoga SDN Mojorejo 1 terus maju, berprestasi, dan selalu menjaga nama baik sekolah,” tutur Jatmiko dengan suara bergetar.
Momen paling mengharukan terjadi ketika beliau menyampaikan pesan terakhir kepada para siswa yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
“Anak-anakku, belajarlah dengan sungguh-sungguh agar cita-cita kalian tercapai. Jangan pernah meninggalkan salat lima waktu, hormatilah kedua orang tua, dan jadilah anak yang berakhlak baik. Itulah bekal utama untuk meraih masa depan yang sukses,” pesannya, yang disambut tepuk tangan dan isak haru.
Selama memimpin SDN Mojorejo 1, Jatmiko dikenal aktif meningkatkan kualitas lingkungan belajar.
Sejumlah pembangunan berhasil diwujudkan, di antaranya pembangunan pagar sekolah, renovasi kamar mandi, perbaikan plafon, hingga penataan ruang kepala sekolah demi menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan representatif.
Acara berlangsung sederhana namun penuh makna. Perwakilan guru menyampaikan kesan dan pesan, dilanjutkan penyerahan cinderamata sebagai simbol penghargaan atas dedikasi beliau, kemudian ditutup dengan doa bersama.
Yang menarik, seluruh kegiatan pamitan purna tugas tersebut tidak menggunakan dana kas sekolah maupun melakukan pungutan kepada orang tua atau wali murid. Seluruh biaya acara ditanggung secara pribadi oleh Jatmiko sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar SDN Mojorejo 1.
Perwakilan Humas SDN Mojorejo 1 menyampaikan bahwa sosok Jatmiko telah memberikan teladan melalui kerja keras, ketulusan, dan kepeduliannya terhadap kemajuan pendidikan. (Sriyadi)






