Menu ✖

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Progres Pembangunan SRT Rowosari Capai 90 Persen, Sekda Handi Priyanto: Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru 2026/2027

badge-check


					Progres Pembangunan SRT Rowosari Capai 90 Persen, Sekda Handi Priyanto: Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru 2026/2027 Perbesar

SEMARANG | kabarjateng.id – Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, telah mencapai 90 persen. Sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu ditargetkan rampung sepenuhnya pada 10 Juli 2026 dan mulai digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, mengatakan sejumlah fasilitas utama telah selesai dibangun, mulai dari ruang kelas, asrama, dapur, toilet hingga masjid. Sementara itu, pekerjaan yang masih berlangsung meliputi penataan taman, pengadaan peralatan memasak, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

“Sudah 90 persen selesai. Estimasi selesai 100 persen pada 10 Juli 2026. Masih banyak item yang harus disiapkan sebelum anak-anak pindah ke sini, termasuk kesiapan dapur, peralatan masak, asrama, kebersihan, dan perawatan area sekolah yang cukup luas,” kata Handi saat meninjau lokasi pembangunan, Rabu (24/6).

Sekolah yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare. Kegiatan belajar mengajar direncanakan dimulai pada 14 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Selain memastikan kesiapan fisik bangunan, Pemerintah Kota Semarang juga mulai menyiapkan kebutuhan operasional, termasuk tenaga pendidik. Sambil menunggu penempatan guru dari Kementerian Sosial, Dinas Pendidikan Kota Semarang diminta menyiapkan guru transisi untuk mendukung proses pembelajaran sementara.

“Tapi apa pun akan kita lakukan yang terbaik. Semoga Sekolah Rakyat Terpadu ini menjadi percontohan yang terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Handi, sejumlah fasilitas dasar seperti pasokan air bersih dan tempat tidur siswa juga telah tersedia.

Sekolah Rakyat Terpadu diperuntukkan bagi anak-anak Kota Semarang yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya kelompok desil 1 dan desil 2. Setiap tahun ajaran baru, sekolah ini akan menerima masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, sehingga total penerimaan mencapai 270 siswa per tahun.

“Setiap tahun ajaran baru akan ada 270 siswa yang masuk. Kapasitas Sekolah Rakyat ini mencapai 1.080 siswa,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Handi juga mengajak 16 camat se-Kota Semarang meninjau langsung progres pembangunan agar dapat menyosialisasikan keberadaan Sekolah Rakyat kepada masyarakat di wilayah masing-masing, terutama keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.(day)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pilates di Area Boarding Bandara Ahmad Yani Semarang, Peserta Berolahraga Sambil Menikmati Sunset dan Pesawat

11 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Taj Yasin Beri Kejutan di Festival Bahasa Ibu Jateng, Siswa SD Minta Sepeda dan Rp2 Juta

11 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Ahmad Luthfi Bantu 224 Mahasiswa NTT, Biaya Kos Tiga Bulan Ditanggung Rp 374,2 Juta

11 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Kapolda Jateng Minta Polisi Hadir dengan Aksi Nyata, Bukan Sekadar Slogan

11 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Ahmad Luthfi Tekankan Pengawasan Anggaran, BPKP Diminta Kawal Efektivitas Pembangunan Jateng

11 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Operasi Sarang Narkoba Digelar Serentak di Jateng, Sabu dan 1.261 Pil Yarindo Jadi Temuan

10 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Trending di Hukum & Kriminal