PATI | Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani bencana rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.
Perbaikan tanggul yang jebol sepanjang sekitar 450 meter menjadi langkah prioritas untuk menghentikan masuknya air laut ke kawasan permukiman warga.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung lokasi terdampak pada Selasa (23/6/2026).
Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa rehabilitasi tanggul merupakan solusi paling mendesak guna mengurangi dampak rob yang terus mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurutnya, hasil peninjauan lapangan dan rapat koordinasi yang telah dilakukan menghasilkan keputusan untuk segera membangun kembali tanggul sebagai upaya perlindungan awal bagi warga pesisir Tayu.
Untuk mendukung pekerjaan tersebut, Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta.
Dana itu akan digunakan untuk memperbaiki tanggul yang rusak agar mampu menahan luapan air laut dan mencegah genangan kembali memasuki lingkungan permukiman.
Selain fokus pada infrastruktur, pemerintah juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak dengan total nilai mencapai Rp316 juta.
Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok, logistik, layanan kesehatan, perlengkapan sekolah, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Saat melakukan rapat koordinasi di lokasi, gubernur meminta pemerintah desa memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara tepat dan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menginstruksikan jajaran terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan BPBD Jawa Tengah, untuk terus melakukan pendampingan terhadap warga terdampak.
Tim kesehatan telah diterjunkan untuk memberikan layanan medis, sementara sektor pendidikan diminta mendata dampak rob terhadap sekolah dan peserta didik agar bantuan dapat segera diberikan.
Di sisi lain, pemerintah tengah menyiapkan strategi penanganan jangka menengah dan panjang bersama Pemerintah Kabupaten Pati serta instansi terkait.
Langkah tersebut meliputi rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove, kajian pembangunan tanggul permanen, hingga rencana pembangunan pemecah gelombang (breakwater) dengan dukungan pemerintah pusat.
Warga menyambut positif kunjungan gubernur ke lokasi bencana. Mereka berharap percepatan perbaikan tanggul dapat mengakhiri genangan rob yang dalam beberapa hari terakhir terus merendam lingkungan tempat tinggal mereka.
Salah seorang warga mengungkapkan bahwa kerusakan tanggul membuat air laut sulit surut dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kehadiran gubernur dan bantuan yang diberikan dinilai membawa harapan baru bagi masyarakat terdampak.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif sekaligus menyiapkan solusi berkelanjutan guna mengurangi ancaman rob di kawasan pesisir Tayu pada masa mendatang. (di)






