Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah

Airlangga dan OJK Soroti Keberhasilan Jateng, Ahmad Luthfi Dongkrak Pangan dan Ekonomi

badge-check


					Airlangga dan OJK Soroti Keberhasilan Jateng, Ahmad Luthfi Dongkrak Pangan dan Ekonomi Perbesar

JAKARTA | Kabarjateng.id — Jawa Tengah kembali mencuri perhatian dalam forum nasional setelah berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional sekaligus memperkuat sektor pangan.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Otoritas Jasa Keuangan.

Pengakuan itu muncul dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Balai Kartini Jakarta, Senin (25/5/2026).

Dalam forum tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memaparkan strategi penguatan swasembada pangan serta pembangunan daerah.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Frederica Widyasari Dewi, menilai Jawa Tengah berhasil menjalankan program pangan secara terstruktur melalui pemetaan potensi wilayah dan penyusunan kebijakan tepat sasaran.

Menurutnya, program peningkatan produksi padi dan jagung yang dijalankan Pemprov Jawa Tengah memberi dampak besar terhadap ketahanan pangan nasional.

Hingga April 2026, produksi padi di Jawa Tengah mencapai 4,69 juta ton atau hampir setengah dari target tahunan sebesar 10,5 juta ton.

“Jawa Tengah menjadi salah satu daerah penting penyangga kebutuhan pangan nasional,” kata Frederica.

Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Nasional

Tak hanya sektor pangan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah juga menunjukkan tren positif.

Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,89 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.

Frederica menilai capaian tersebut lahir dari komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor unggulan berbasis potensi wilayah.

OJK juga mendorong sektor jasa keuangan agar ikut memperkuat program pembangunan daerah.

Apresiasi serupa datang dari Airlangga Hartarto.

Ia menegaskan daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi memiliki kontribusi besar terhadap penguatan ekonomi nasional.

“Daerah yang tumbuh di atas nasional akan menjadi penggerak ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Pemprov Jateng Siapkan Petani Milenial

Ahmad Luthfi mengatakan tantangan swasembada pangan tahun 2026 lebih berat dibanding tahun sebelumnya.

Prediksi musim kemarau panjang membuat pemerintah daerah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, terutama menjaga pasokan air untuk lahan pertanian.

Selain memperkuat infrastruktur pertanian, Pemprov Jawa Tengah juga fokus menyiapkan regenerasi petani melalui program petani milenial.

Program tersebut berjalan lewat pelatihan dan pendampingan generasi muda melalui Program Kecamatan Berdaya bersama Kementerian Pertanian.

Pemprov Jateng juga terus mendorong pelaku UMKM agar mampu naik kelas melalui bantuan pelatihan, akses permodalan, dan perluasan pemasaran produk lokal.

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Mahasiswa Informasi dan Humas Undip Berkolaborasi dengan Warung Pak Suramto Dukung Pelaksanaan Idul Adha Melalui Program CSR

10 Juni 2026 - 15:25 WIB

Rocket Chicken Berbagi Gizi dan Kebahagiaan bersama Anak Panti Asuhan Muawanah Semarang

10 Juni 2026 - 15:14 WIB

Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

10 Juni 2026 - 13:06 WIB

Babinsa Rejoso Pimpin Gotong Royong Perbaikan MCK Warga, Tingkatkan Sanitasi Lingkungan

10 Juni 2026 - 12:29 WIB

WNA Asal Iran Diamankan di Pasar Muntilan, Polisi Dalami Dugaan Pencurian Uang Pedagang

10 Juni 2026 - 08:07 WIB

Wagub Jateng Dorong Jamu Tradisional Jadi Tren Anak Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif

10 Juni 2026 - 07:22 WIB

Trending di KABAR JATENG