SEMARANG, Kabarjateng.id — Asosiasi Dosen Pergerakan Indonesia (ADP) meluncurkan dua buku penting dalam rangkaian Seminar Nasional di Gedung Rektorat Lantai 4 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Sabtu (25/4/2026).
ADP menggelar peluncuran buku di UIN Walisongo pukul 09.00 WIB dan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
ADP memasukkan kegiatan ini ke dalam agenda nasional yang berlangsung selama 24–26 April 2026.
Melalui forum ini, ADP memperkuat peran dosen dan intelektual dalam merespons dinamika sosial serta perkembangan keberagamaan di tengah disrupsi digital.
Angkat Nilai Islam Cinta dan Kesadaran Sosial
Buku “Islam Cinta, Kesetaraan dan Ekoteologi” menghadirkan perspektif Islam sebagai agama rahmah yang menekankan kasih sayang, moderasi beragama, kesetaraan gender, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Sejumlah akademisi seperti Aksin Wijaya, Ali Muhtarom, hingga Ismail Fahmi Arrauf Nasution turut menulis buku ini.
Melalui karya tersebut, para penulis mengajak masyarakat memahami Islam secara inklusif dan kontekstual, terutama saat menghadapi tantangan global seperti krisis lingkungan dan ketimpangan sosial.
Respons Intelektual terhadap Perubahan Zaman
Buku “Islam dan Transformasi Sosial: Percikan Pemikiran Para Intelektual Pergerakan Indonesia” mengulas peran Islam dalam menjawab perubahan sosial yang berlangsung cepat, termasuk pengaruh teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Sejumlah tokoh seperti Abdurrahman Mas’ud, M. Noor Harisudin, hingga Septi Gumiandari berkontribusi dalam penulisan buku ini.
Ketua Umum ADP, Abdurrahman Mas’ud, menyebut kedua buku tersebut sebagai hasil refleksi kolektif intelektual Muslim dalam membaca ulang praktik keberagamaan di Indonesia.
Ia menilai persoalan keagamaan berkaitan erat dengan faktor politik, ekonomi, dan konstruksi sosial.
“Para penulis berupaya menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan keagamaan melalui pendekatan yang lebih komprehensif,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa agama dapat menjadi sumber kedamaian sekaligus potensi konflik, tergantung pada cara masyarakat memahaminya.
Dorong Pemikiran Keagamaan Transformatif
Melalui peluncuran ini, ADP mendorong penguatan pemahaman keagamaan yang lebih transformatif.
Konsep Islam cinta dalam buku pertama menjadi pendekatan strategis untuk membangun kehidupan beragama yang damai, toleran, dan berkeadaban.
Sementara itu, buku kedua menekankan pentingnya pendidikan, ijtihad, serta pendekatan multidisipliner untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Panitia membuka acara dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lalu peserta menyanyikan lagu kebangsaan, Mars UIN Walisongo, dan Yalal Wathan.
Selain peluncuran buku, ADP juga menggelar diskusi akademik, merumuskan rekomendasi, serta menyiapkan agenda organisasi menuju Musyawarah Nasional.
Melalui kegiatan ini, ADP berharap kedua buku tersebut menjadi rujukan penting bagi akademisi, mahasiswa, dan masyarakat luas dalam memahami Islam secara moderat, humanis, serta relevan dengan perkembangan era digital. (arh)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.