SURAKARTA, Kabarjateng.id — Kafilah Penuntun Hizbul Wathan Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta menginisiasi Silaturahmi Kafilah Penuntun se-Indonesia pada Rabu (15/4/2026) melalui Zoom Meeting.
Forum ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan memperkuat koordinasi antar Penuntun Kafilah di seluruh Indonesia.
Perkuat Komunikasi dan Koordinasi Nasional
Forum ini bertujuan mempererat hubungan sekaligus meningkatkan koordinasi dalam berbagai aspek, mulai dari perkaderan, pendidikan, hingga pengembangan kafilah secara menyeluruh.
Para peserta juga memanfaatkan forum ini sebagai ruang diskusi untuk merespons berbagai isu dan polemik nasional, khususnya persoalan lingkungan.
Bangun Solidaritas dan Gerakan Kolektif
Para Penuntun menargetkan terbentuknya solidaritas yang kuat melalui forum nasional ini.
Mereka mendorong lahirnya gerakan bersama yang lebih terarah.
Kolaborasi lintas daerah diharapkan mampu melahirkan kekuatan kolektif yang berdampak nyata bagi masyarakat serta berkontribusi pada kemajuan bangsa.
Peneguhan Ideologi Hizbul Wathan
Ketua Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Ramanda Aman, menegaskan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin komunikasi antar kafilah PTMA se-Indonesia.
Ia menekankan agar setiap kader Penuntun berpegang teguh pada ideologi Hizbul Wathan dan Muhammadiyah dalam setiap aktivitas organisasi.
“Seluruh proses, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi harus berpedoman pada ideologi, karena ideologi HW merupakan ideologi Muhammadiyah,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Apresiasi dan Dorongan dari Wilayah
Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah mengapresiasi pelaksanaan silaturahmi ini.
Mereka menilai kegiatan tersebut mampu mempererat ukhuwah dan membangkitkan semangat baru dalam gerakan Hizbul Wathan, khususnya bagi PTMA yang belum aktif.
Ia menegaskan forum semacam ini berperan penting dalam memperkuat kaderisasi serta menjaga konsistensi gerakan.
“Melalui forum ini, ukhuwah semakin kuat dan semangat berhizbul wathan terus tumbuh, sejalan dengan semboyan Fastabiqul Khairat,” ujarnya, Jumat (17/4).
Kepedulian terhadap Isu Strategis
Pembina Hizbul Wathan UMS, Ramanda Halim, menilai kegiatan ini mencerminkan kepedulian kader terhadap keberlanjutan organisasi sekaligus kepekaan terhadap isu strategis.
“Ini menjadi bukti nyata kepedulian kader, tidak hanya pada organisasi tetapi juga pada persoalan lingkungan yang menjadi perhatian bersama,” tuturnya (16/4).
Komitmen Perkuat Kolaborasi Berkelanjutan
Ketua Kafilah Hizbul Wathan UMS, Rakanda Azibsyah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang temu yang mempererat ukhuwah antar Penuntun di seluruh Indonesia.
Ia mendorong agar komunikasi terus terjaga dan kolaborasi semakin kuat.
“Komunikasi harus terus berjalan, kolaborasi perlu diperkuat, dan ghiroh penuntun di setiap daerah harus kembali kita hidupkan,” ujarnya.
Harapan untuk Gerakan Nasional
Kegiatan ini menumbuhkan harapan besar terhadap terbentuknya solidaritas kuat antar Penuntun Kafilah se-Indonesia.
Gerakan bersama yang lahir dari forum ini diharapkan menjadi energi kolektif untuk bersuara dan memberikan kontribusi nyata bagi nusa dan bangsa. (Gissya/Media HW UMS)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.