GROBOGAN, Kabarjateng.id – Update Jalur KAI Grobogan, menunjukkan kondisi kritis, setelah dua titik infrastruktur jembatan terdampak banjir hebat yang melanda wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Titik itu berada pada Jembatan 46 KM 21+9/0 petak jalan Tegowanu-Brumbung serta Jembatan 59 KM 27+9/0 antara Stasiun Gubug-Tegowanu.
Akses jalur itu tidak dapat melancarkan perjalanan kereta api lintas utara.
Gangguan akibat musibah ini juga memiliki pengaruh besar kepada sejumlah perjalanan kereta jarak jauh.
Antara lain akses untuk KA Gumarang relasi Jakarta-Surabaya, KA Jayabaya relasi Jakarta-Malang, dan KA Harina relasi Bandung-Surabaya.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) pun melakukan rekayasa operasional guna mengantisipasi keterlambatan dan keselamatan perjalanan penumpang.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan resminya membenarkan banjir melanda Grobogan pada Senin (16/2/2026)
Dan mengganggu jalur kereta api rute Jakarta-Surabaya.
Turut merendam rel kilometer 32 antara Karangjati dan Gubug, akibat curah hujan ekstrem sejak Minggu malam (15/2).
Pemicu Banjir
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan pemicu banjir yakni kiriman air dari beberapa sungai yang meluap bersamaan.
“Banjir terjadi akibat hujan lebat sejak Minggu malam, ditambah kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, serta Sungai Tuntang yang meluap,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/2).
Kondisi ini memperparah genangan di sejumlah wilayah permukiman, termasuk Perumahan Permata Hijau di Kecamatan Purwodadi dengan ketinggian air mencapai satu meter.
Data BNPB juga mencatat tinggi muka air Bendung Sedadi mencapai 26,68 meter dari atas permukaan laut (dpl) dengan status siaga.
Sementara debit dari Pos Menduran mengalami peningkatan signifikan.
Selain itu dari sisi upaya tanggap darurat, memulai langkah evakuasi warga, distribusi logistik hingga penguatan tanggul darurat.
Jumlah Warga Terdampak
Dari tingkat daerah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Grobogan (BPBD) Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, menyampaikan jumlah warga terdampak cukup besar.
“Sebanyak 9.000 kepala keluarga terdampak banjir yang melanda 42 desa di 10 kecamatan. Ini akibat curah hujan tinggi dan limpasan dari sejumlah sungai,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (16/2).
Ia juga menjelaskan banjir terjadi akibat kombinasi hujan intensitas tinggi dan limpasan dari sungai besar, meliputi Glugu, Jajar, Tuntang, Lusi, dan Serang.
Sejumlah tanggul ikut jebol akibat tekanan air yang tinggi, yakni tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari Kecamatan Tegowanu.
Lalu, tanggul Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Klampisan Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung.
Selanjutnya, tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu, serta dua titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding Kecamatan Godong.
Dalam laporan peristiwa ini, tidak hanya menjadi persoalan infrastruktur transportasi, tetapi juga memperlihatkan kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.
Warga juga menghadapi kerugian material, ancaman kesehatan, hingga ketidakpastian pemulihan ekonomi pascabencana.
Dari update jalur KAI Grobogan, Sementara perbaikan jalur juga diperkirakan membutuhkan waktu dan pengamanan ekstra sebelum operasional kembali normal.
Tim Editorial: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.