DEMAK, Kabarjateng.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Wahid Hasyim (LPPM) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Semarang kembali menyelenggarakan kegiatan program penguatan kapasitas UMKM pelaku usaha MBA MAYA Kabupaten Demak.
Kegiatan ini merupakan agenda ke-5 dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) MBA MAYA (Membina dan Memberdayakan), sebagaimana keterangan resmi dari Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Sabtu (14/2).
Sebanyak 40 pelaku UMKM binaan PNM Unit Kecamatan Mijen mengikuti kegiatan dari Balai Desa Desa Rejosari.
Program MBA MAYA sendiri merupakan program pendampingan UMKM yang mulai sejak awal Februari 2026.
Program juga menyasar beberapa titik wilayah binaan PNM dengan fokus pada penguatan kapasitas kewirausahaan, literasi keuangan, serta adaptasi bisnis digital.
Agenda ke-5 ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan pengabdian LPPM Unwahas yang terus memperluas cakupan dan dampaknya untuk masyarakat.
Mengawali kegiatan, Kepala Unit PNM Kecamatan Mijen, Shofia, menekankan komitmen pendampingan UMKM secara konsisten.
Menurutnya, sinergi antara PNM dan perguruan tinggi menjadi kekuatan strategis dalam membangun UMKM agar mampu tumbuh dan naik kelas.
“Dapat melalui peningkatan kapasitas manajerial dan pemanfaatan teknologi,” ujarnya.
Implementasi Nyata
Pembukaan kegiatan secara resmi oleh Kepala Bidang Publikasi Jurnal dan Kekayaan Intelektual LPPM Unwahas, Linda Indiyarti Putri.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Program MBA MAYA merupakan bentuk implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“LPPM Unwahas terus mengembangkan model pendampingan UMKM yang aplikatif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan riil pelaku usaha,” terangnya.
Pada sesi inti kegiatan, narasumber M Fatchurrohman menyampaikan materi Bisnis Digital dan Pengelolaan Keuangan dalam Pengembangan UMKM.
Penyampaian materi secara komunikatif dan praktis, mencakup pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan keuangan sederhana yang akuntabel.
Utamanya strategi pemasaran digital melalui media sosial dan platform daring untuk memperluas akses pasar.
Kegiatan pun dinamis melalui sesi tanya jawab dan diskusi interaktif.
Peserta secara aktif menyampaikan tantangan usaha, mulai dari pengelolaan arus kas, strategi promosi, hingga upaya mempertahankan pelanggan.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan UMKM untuk pendampingan dengan basis solusi nyata.
Sebagai penutup, panitia menyelenggarakan pembagian doorprize dan paket sembako kepada peserta sebagai bentuk apresiasi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan partisipasi aktif selama kegiatan.
Ke depan, LPPM Universitas Wahid Hasyim dan PNM Cabang Semarang akan melanjutkan program pada fase berikutnya.
Program MBA MAYA tahun 2026 menjadi harapan perluasan ke unit PNM lainnya sehingga menjangkau lebih banyak pelaku UMKM.
Khususnya memperkuat ekosistem usaha mikro serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif Jawa Tengah.
Tim Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.