Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 11 Feb 2026 12:39 WIB

Menteri Nusron Tekankan Peran Negara dan Semangat Gotong Royong untuk Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana


					Menteri Nusron Tekankan Peran Negara dan Semangat Gotong Royong untuk Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana Perbesar

JAKARTA, Kabarjateng.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya peran negara dalam melindungi masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

Sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat disebut menjadi contoh nyata perlunya sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui semangat gotong royong untuk mempercepat pemulihan.

Menurut Nusron, negara memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan keselamatan warga, terutama kelompok rentan.

Namun, upaya tersebut harus berjalan seiring dengan keterlibatan aktif masyarakat serta berbagai elemen bangsa agar proses kebangkitan pascabencana dapat berlangsung secara bermartabat dan berkeadilan.

Pernyataan itu disampaikan Nusron dalam acara Pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga resmi dikukuhkan sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana.

Nusron menilai, upaya pemerintah dalam memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan bencana telah menunjukkan komitmen nyata.

Ia mencontohkan langkah tegas Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin puluhan perusahaan karena terbukti merusak lingkungan dan berkontribusi terhadap bencana banjir.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan administratif perlu diikuti dengan proses hukum yang tegas agar memberi efek jera serta menjaga kelestarian lingkungan.

Selain menyoroti kebijakan pemerintah, Nusron juga menyampaikan peran aktif MUI dalam membantu masyarakat terdampak.

Organisasi tersebut telah menyalurkan bantuan untuk rehabilitasi tiga masjid di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Tidak hanya itu, donasi yang terkumpul juga akan dialokasikan untuk memperbaiki sekitar 500 rumah milik guru mengaji dan marbot yang terdampak bencana.

Ia berharap, keterlibatan MUI dan berbagai organisasi keagamaan dapat menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta memperkuat solidaritas nasional.

Menurutnya, penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, termasuk para tokoh agama dan masyarakat.

Acara bertajuk “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” yang sekaligus menjadi momen pengukuhan dan ta’aruf pengurus MUI periode 2025–2030 tersebut dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wakil Presiden ke-10 Jusuf Kalla, serta sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara.

Kegiatan ini juga diikuti puluhan ribu masyarakat yang berasal dari perwakilan MUI, pondok pesantren, dan majelis taklim dari wilayah Jabodetabek.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Berdatangan di TMII

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dua Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan di Tol Semarang–Solo, Dua Penumpang Luka

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Mudik Gratis Jateng 2026 Siap Berangkat, 325 Bus dan Awak Lulus Pemeriksaan

15 Maret 2026 - 16:43 WIB

Polres Demak Tertibkan Balap Liar di Jalan Lingkar Terminal Baru, 114 Remaja Diamankan 

15 Maret 2026 - 12:22 WIB

Trending di Daerah