KENDAL, Kabarjateng.id – Memasuki hari keenam pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Kendal terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan humanis dan simpatik.
Kegiatan kali ini menyasar pengguna jalan di wilayah Boja, tepatnya di Pertigaan Traffic Light (TL) Jalan Pemuda, Sabtu (7/2/2026) pagi.
Dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Kendal, Iptu Karyono, S.H., bersama personel Unit Dikyasa, kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 09.30 WIB tersebut difokuskan pada penyuluhan langsung kepada pengendara.
Para petugas secara aktif menyapa masyarakat, memberikan imbauan tertib berlalu lintas, sekaligus mengajak pengguna jalan untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain.
Tak hanya menyampaikan pesan secara lisan, petugas juga membagikan brosur berisi panduan keselamatan berkendara serta stiker Ops Keselamatan Candi 2026 sebagai media pengingat bagi masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas.
Edukasi dilakukan secara persuasif dengan mendatangi pengendara yang tengah berhenti di lampu merah, sehingga pesan keselamatan dapat tersampaikan secara efektif tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Selain mengingatkan pentingnya kelengkapan berkendara, petugas juga mensosialisasikan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 masih akan berlangsung hingga 15 Februari 2026.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami tujuan operasi yang mengedepankan pencegahan pelanggaran serta peningkatan kesadaran berlalu lintas.
Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto, S.Tr.K., S.I.K., M.P.A., menegaskan bahwa kegiatan dikmas lantas yang edukatif menjadi salah satu strategi untuk menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Kendal.
Menurutnya, pendekatan yang humanis mampu membangun kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar kewajiban mematuhi aturan, tetapi kebutuhan penting untuk melindungi diri sendiri maupun sesama pengguna jalan,” ujar AKP Panji.
Ia menambahkan, operasi yang berlangsung selama 14 hari tersebut diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, terutama di titik-titik rawan kemacetan serta kecelakaan, termasuk kawasan Boja yang menjadi jalur mobilitas masyarakat setiap hari.
Melalui kegiatan edukatif yang konsisten, Polres Kendal optimistis budaya tertib berlalu lintas dapat semakin tertanam di tengah masyarakat. (ra)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.