Menu

Mode Gelap
 

Headline · 26 Jun 2024 21:13 WIB

Inovasi SANPIISAN Bawa Kota Semarang Raih Penghargaan Internasional dari PBB


					Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu menerima secara langsung penghargaan di bidang Inovasi Pelayanan Publik, yakni program inovasi Sayangi Dampingi Ibu Anak Kota Semarang (SANPIISAN) di Incheon, Korea Selatan, pada 26 Juni. Perbesar

Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu menerima secara langsung penghargaan di bidang Inovasi Pelayanan Publik, yakni program inovasi Sayangi Dampingi Ibu Anak Kota Semarang (SANPIISAN) di Incheon, Korea Selatan, pada 26 Juni.

SEMARANG, Kabarjateng.id – Keberhasilan Pemerintah Kota Semarang dalam menangani stunting mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada Rabu (26/6), Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, mewakili Pemerintah dan masyarakat Kota Semarang, menerima penghargaan di bidang Inovasi Pelayanan Publik untuk program Sayangi Dampingi Ibu Anak Kota Semarang (SANPIISAN) di Incheon, Korea Selatan.

Penghargaan 2024 United Nations Public Service Awards diserahkan oleh Sekjen PBB dan Menteri Dalam Negeri Korea Selatan kepada Wali Kota Semarang, yang akrab disapa Mbak Ita. Ia didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Semarang, M. Abdul Hakam, saat menerima penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, Kota Semarang mendapat penghargaan dari United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam acara UN Public Service Forum 2024,” ujar Mbak Ita setelah menerima penghargaan di Songdo Convention Center, Incheon, Korea Selatan.

Mbak Ita menyebutkan bahwa delegasi dari Indonesia berhasil mendapatkan dua penghargaan. Pertama, inovasi Sistem Informasi Data Indeks Kerentanan (SIDIK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta inovasi Sayangi Dampingi Ibu Anak Kota Semarang (SANPIISAN) dari Pemerintah Kota Semarang.

“Dari jajaran 13 negara yang hadir di UN Public Service Forum 2024, Indonesia mendapat dua penghargaan, yakni dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kota Semarang. Alhamdulillah, Kota Semarang sudah go internasional, tidak kaleng-kaleng, penghargaannya langsung dari PBB,” terangnya.

Program SANPIISAN (Sayangi, Dampingi Ibu dan Anak Kota Semarang) yang dibuat oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang bertujuan untuk mengentaskan stunting serta menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan risiko bagi ibu hamil. SANPIISAN mencakup berbagai layanan dan subprogram, dimulai sejak usia remaja hingga calon pengantin.

Remaja di Kota Semarang mendapatkan layanan promotif preventif melalui program Gen-Hebat (Generasi Sehat, Bugar, dan Tangguh), yang meliputi pemberian tablet darah, Posyandu remaja, Pelayanan Kesehatan Ramah Remaja, penyuluhan kesehatan reproduksi, dan deteksi dini faktor risiko.

Untuk pasangan calon pengantin, terdapat program Tugu Muda (Calon Pengantin Bugar Produktif Menuju Keluarga Idaman), yang mencakup edukasi kesehatan reproduksi, KB, perlindungan perempuan dan anak, serta perkawinan.

Program ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Semarang, Kantor KUA, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A), Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (Disdalduk KB), dan TP PKK Kota Semarang.

Setiap calon pengantin wajib mengikuti kegiatan Tugu Muda dan mendapatkan sertifikat sebagai syarat pernikahan. Bagi ibu hamil, ibu nifas, dan bayi, program SANPIISAN menyediakan pendampingan (homecare) oleh petugas Surveilans Kesehatan Ibu dan Anak (Gasurkes KIA), yang akan berkunjung ke rumah untuk upaya preventif dan promotif.

Data ibu hamil dan ibu nifas tercatat melalui sistem berbasis Android, SiGaspol (Sistem Gasurkes Pelaporan Online). Selain itu, mereka juga dapat mengunduh aplikasi Sayang Bunda yang memiliki fitur-fitur bermanfaat, seperti go bumil untuk permintaan pendampingan, kalender kehamilan, artikel kesehatan, request pendampingan, calling Ambulance Hebat, dan informasi layanan kesehatan di Kota Semarang.

Program SANPIISAN juga mencakup layanan GEPUK PEPES (Gerakan Peduli Kesehatan Pekerja Perempuan Sehat) untuk pekerja perempuan yang hamil dan nifas, dengan fasilitas seperti cuti hamil/melahirkan, waktu untuk menyusui, Ojek ASI, kelas ibu hamil, pemeriksaan kesehatan, dan edukasi/konseling kesehatan serta pelayanan KB.

Dari sisi pembiayaan kesehatan, ibu dan bayi mendapatkan layanan UHC (Universal Health Coverage) yang menjamin pembiayaan persalinan dan perawatan bayi baru lahir.

“Matur nuwun Dinas Kesehatan Kota Semarang. Mari lanjutkan dan semoga di tahun 2025 bisa meraih penghargaan kembali di Uzbekistan. Terima kasih seluruh warga masyarakat atas semua dukungan untuk Kota Semarang yang semakin kondang,” pungkas Mbak Ita. (Dhany)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Longsor Kalialang Jadi Perhatian, Wali Kota Semarang Pastikan Warga Terdampak Aman

6 Mei 2026 - 12:15 WIB

Investasi Menguat, Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,89 Persen di Awal 2026

6 Mei 2026 - 08:17 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Ikuti Evaluasi Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih Secara Virtual

6 Mei 2026 - 08:05 WIB

Meriah!! Dua Dekade SMPN 2 Dukuhturi, Fun Run dan Pentas Seni Warnai Perayaan

6 Mei 2026 - 06:38 WIB

Aktif Bergerak Sehat Bersama: Fun Run SMPN 2 Dukuhturi Diikuti 700 Peserta

6 Mei 2026 - 06:01 WIB

Polda Jateng Bongkar 53 Kasus Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi, 60 Pelaku Diamankan

5 Mei 2026 - 21:07 WIB

Trending di Hukum & Kriminal