Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 13 Des 2025 07:52 WIB

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Uji Teknologi “Bola GPS” untuk Lacak Sumbatan Drainase di Simpang Lima


					Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Uji Teknologi “Bola GPS” untuk Lacak Sumbatan Drainase di Simpang Lima Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota Semarang mulai menguji pendekatan berbasis teknologi untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan Simpang Lima.

Salah satu langkah inovatif yang diterapkan adalah penggunaan GPS Drifter, yakni bola pintar berchip pelacak lokasi yang difungsikan untuk mendeteksi hambatan di saluran drainase bawah tanah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini sebelum intensitas hujan tinggi kembali terjadi.

Menurutnya, Simpang Lima sebagai pusat aktivitas warga dan ikon kota harus dijaga agar tetap nyaman dan bebas genangan.

“Upaya mitigasi harus dilakukan sejak awal. Ketika Simpang Lima tergenang, aktivitas masyarakat terganggu. Karena itu kami ingin mengetahui secara pasti sumber masalah banjirnya,” kata Agustina saat meninjau langsung uji coba alat di kawasan eks Ace Hardware Simpang Lima, Jumat (12/12).

Teknologi GPS Drifter bekerja dengan cara menghanyutkan bola pelacak ke dalam saluran air. Pergerakan bola dipantau secara real time melalui perangkat digital milik petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Apabila bola berhenti atau bergerak tidak sesuai estimasi waktu, sistem akan menunjukkan adanya sumbatan pada titik tersebut.

“Dalam kondisi normal, bola seharusnya bergerak lancar dalam waktu tertentu. Kalau berhenti terlalu lama, berarti ada hambatan. Dari situ tim DPU langsung turun mengecek. Biasanya yang ditemukan berupa sampah, ban bekas, kasur, atau endapan lumpur,” jelasnya.

Hasil pemantauan di lapangan langsung ditindaklanjuti. Selain tumpukan sampah, tim juga menemukan persoalan struktural berupa penyempitan saluran gendong akibat tertutup lapisan beton tebal, serta minimnya jalur pembuangan air menuju sungai utama.

Agustina mengaku telah menginstruksikan DPU untuk segera membongkar beton yang menutup saluran tersebut.

Ia juga memberi lampu hijau pembangunan jalur drainase tambahan agar aliran air dari wilayah hulu bisa lebih cepat mengalir ke sungai, dengan target pengerjaan sebelum akhir Desember.

Uji coba teknologi ini tidak hanya difokuskan di Simpang Lima. Ke depan, metode serupa akan diterapkan di sejumlah titik rawan banjir lainnya seperti kawasan Pandanaran dan Ahmad Dahlan.

Pemkot juga akan memperbarui peta jaringan drainase kota yang selama ini belum terdokumentasi secara menyeluruh akibat terputusnya perencanaan di masa lalu.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hilir hingga hulu. Kalau satu titik sudah ditangani tapi masih terjadi genangan, berarti ada masalah di wilayah lain yang juga harus diselesaikan,” ujarnya.

Selain perbaikan infrastruktur, Agustina menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fungsi sungai dan drainase.

Dalam peninjauan tersebut, ditemukan sejumlah area bawah jembatan yang disalahgunakan sebagai tempat penyimpanan barang bekas, sehingga berpotensi menghambat aliran air.

“Kita tidak mungkin menghilangkan banjir sepenuhnya, tapi bisa mengendalikannya. Ini butuh kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Dengan dukungan teknologi, respons cepat petugas, serta partisipasi warga, Pemkot Semarang optimistis dapat mengurangi risiko banjir di pusat kota dan mengembalikan kenyamanan kawasan Simpang Lima sebagai ruang publik kebanggaan.

“Mohon doa dan dukungannya. Simpang Lima adalah wajah Kota Semarang, dan kami berkomitmen menjadikannya kembali aman dan nyaman bagi warga maupun wisatawan,” tutup Agustina. (day)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Tawuran Perang Sarung di Mranggen Berujung Pembacokan, Tiga Remaja Diamankan Polisi

15 Maret 2026 - 20:19 WIB

Korsleting Sepeda Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih dan Dua Motor Hangus

15 Maret 2026 - 19:36 WIB

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Berdatangan di TMII

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dua Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan di Tol Semarang–Solo, Dua Penumpang Luka

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Trending di KABAR JATENG