Menu

Mode Gelap
 

Kabar Demak · 6 Des 2025 21:40 WIB

Warga Pondok Majapahit I Mranggen Suarakan Penolakan Barrier, Minta Akses Jalan Vital Tetap Dibuka


					Warga Pondok Majapahit I Mranggen Suarakan Penolakan Barrier, Minta Akses Jalan Vital Tetap Dibuka Perbesar

MRANGGEN, Kabarjateng.id – Di tengah dinamika kehidupan Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, satu persoalan tengah menjadi perhatian serius warga.

Akses jalan di depan Perumahan Pondok Majapahit I yang selama ini menjadi jalur penting masyarakat, terancam tertutup akibat rencana pemasangan barrier oleh pihak terkait.

Bagi warga, jalan ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Ia menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Desa Brumbung, Waru Tegal Arum, dan Taman Sari serta menjadi rute vital menuju Demak dan Semarang melalui Genuk.

Setiap pagi, ratusan warga—mulai dari pekerja hingga pelajar—mengandalkan akses tersebut sebagai jalur tercepat untuk menjalankan aktivitas harian.

Karena itu, rencana pemasangan barrier memicu kekhawatiran mendalam. Warga khawatir, penutupan akses akan berdampak langsung pada mobilitas, perekonomian, hingga kenyamanan sosial.

Gelombang aspirasi pun mengalir dari berbagai arah. Ratusan warga berkumpul menyuarakan sikap tegas meminta agar jalan tersebut tetap terbuka untuk umum.

Pada Sabtu malam, 6 Desember 2025, sekitar pukul 20.00 WIB, Ketua RW 05 Desa Bandungrejo, Sarmin, menyampaikan pernyataan resmi di hadapan warga.

Dengan nada tegas namun menenangkan, ia menegaskan bahwa masyarakat siap memperjuangkan hak akses mereka.

“Kita akan bersama-sama memperjuangkannya. Barrier ini jangan sampai memutus akses keluar-masuk dari dan ke Perumahan Pondok Majapahit I,” ujarnya disambut dukungan warga yang hadir.

Aspirasi ini disampaikan dengan harapan besar kepada Pemerintah Daerah serta pihak kontraktor agar mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

Warga Pondok Majapahit I dan desa-desa penyangga berharap ada solusi bijak—jalan tengah yang menjaga kelancaran transportasi sekaligus tetap memperhatikan aspek keamanan.

Mereka menekankan bahwa kebijakan yang diambil hendaknya selaras dengan kebutuhan masyarakat, mengedepankan dialog, dan melahirkan keputusan yang adil bagi semua pihak.

Harapan warga sederhana: akses yang telah menjadi denyut kehidupan selama bertahun-tahun itu tetap dibuka demi kepentingan bersama. (Waspodo)

Artikel ini telah dibaca 441 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Berdatangan di TMII

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dua Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan di Tol Semarang–Solo, Dua Penumpang Luka

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Mudik Gratis Jateng 2026 Siap Berangkat, 325 Bus dan Awak Lulus Pemeriksaan

15 Maret 2026 - 16:43 WIB

Polres Demak Tertibkan Balap Liar di Jalan Lingkar Terminal Baru, 114 Remaja Diamankan 

15 Maret 2026 - 12:22 WIB

Trending di Daerah