JEPARA, Kabarjateng.id – Pagi ini saya ingin mengupas soal apa hubungan antara Jurnalis, Keseimbangan dan Tanggung Jawab Moral.
Mengingat kembali pekerjaan seorang jurnalis bukan sekadar menulis berita, tetapi menjaga terang di ruang publik.
Di tengah derasnya informasi, seorang jurnalis diuji untuk tetap menegakkan satu prinsip sederhana tetapi agung: cover both sides.
Prinsip ini mengajarkan bahwa setiap cerita selalu memiliki lebih dari satu sisi.
Bahwa kebenaran tidak pernah lahir dari satu suara, tetapi dari keberanian mendengarkan semua pihak (yang berbicara keras maupun yang memilih diam).
Seorang jurnalis yang baik tidak terburu-buru menghakimi.
Ia mencari, menguji, dan menimbang, mengetuk pintu-pintu klarifikasi, bahkan jika pintu itu enggan dibuka.
Karena tugasnya bukan memenangkan satu pihak, melainkan menjaga keadilan untuk semua.
Kisah Jurnalis, Keseimbangan dan Tanggung Jawab
Dan ketika satu pihak tidak ingin menjawab, jurnalis tetap harus menulis dengan jujur, bahwa ia sudah berusaha.
Di situlah integritas diuji, di antara fakta dan keberanian untuk tidak memelintir.
Keseimbangan bukan hanya aturan dalam Kode Etik, tetapi cermin etika pribadi.
Tanpa keseimbangan, berita menjadi senjata. Dengan keseimbangan, berita menjadi cahaya.
Semoga pagi ini mengingatkan kita bahwa tanggung jawab moral jurnalis adalah menjaga beningnya ruang publik.
Karena ketika ruang publik keruh, masyarakat kehilangan arah. Dan ketika jurnalis bekerja dengan hati, bangsa memperoleh kejernihan.
Oleh: Djoko TP






